Sekolah di Sikka Dilabel Merah, Kuning dan Hijau Pasca Gempa Flores

Kompleks SD Inpres Perumnas di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu 26 Agustus 2026, pasca gempa bumi Sabtu 15 Agustus 2026. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Gempa Kabupaten Sikka dibersama Bidang Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Sikka terus dipacu mengidentifikasi dan assement kondisi gedung-gedung sekolah pasca Gempa Flores, Sabtu 15 Agustus 2026.

Penilaian kelayakan fasilitas pendidikan itu dilakukan menjelang  aktifnya kegiatan belajar mengajar (KBM), pada Senin, 31 Agustus 2026. Satgas Penanggulangan Gempa Sikka  akan memasang plat warna merah, kuning dan hijau di semua sekolah yang terdampak.

“Warna merah merupakan zona yang dilarang dimanfaatkan. Warna kuning untuk penggunaan terbatas, sedangkan warna hijau aman dimanfaatkan,” kata Ketua Satgas Penanggulangan Gempa Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, kepada wartawan Selasa, 25 Agustus 2026 di Kantor BPBD Sikka.

Data sementara, kata Femmy Bapa, sapannya keseluruhan gedung sekolah rusak sebanyak 53  unit. Tujuh diantaranya kategori rusak berat, 42 unit rusak sedang dan empat unit rusak ringan.

Baca juga:Libur Sekolah Pasca Gempa di Sikka Diperpanjang, KBM Efektif 31 Agustus 2026

Dia mengatakan pada hari pasca gempa sudah dimulai pendataan semua kerusakan sekolah,  fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Assement  suah dilakukan oleh Cipta Karya Kementerian PU bersama Dinas PUPR Sikka. Namun banyaknya gedung sekolah yang rusak, sehingga Dinas PKO Sikka diminta bantuan para konsultan membantu Pemda Sikka melakukan assement.

“Akan dilakukan pemetaan sehingga bisa dapatkan datanya. Hari ini (kemarin) mulai berproses untuk dapatkan rekomendasinya. Kami upayakan dalam dua sampai tiga hari kedepan sudah bisa diketakui gedung mana saja yang aman digunakan, pemanfaatan terbatas dan dilarang dimanfaatkan,” kata Femmi Bapa.

Femmi Bapa menjabat Pelaksana tugas Sekda Sikka, mengatakan terhadap sekolah yang tidak bisa digunakan sama sekali, langkah paling cepat mendirikan tenda. Opsi yang lain memanfaatkan gedung sekolah lama yang masih layak yang rombelnya sedikit dan masih kosong.

Baca juga:Gempa Flores Bikin Retakan 100 Meter di Danau Kelimutu

“Maka perlu dihitung berapa banyak kebutuhannya,” kata Femmi Bapa.*

Komentar

1 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan