Lengkaplah Derita Warga Flores, Pasca Gempa Kembali Erupsi Gunung Lewotobi Lako-Laki

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, Kamis pagi 27 Agustus 2026. (dok.pos pemantau)

LARANTUKA, dewadet.com-Lengkaplah penderitaan warga di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT).

Dua belas hari pasca Gempa Flores bermagnitudo 7.7, pada hari Sabtu 15 Agustus 2026, Kamis pagi 27 Agustus 2026 pukul 08.30 Wita, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur kembali erupsi.

Laporan Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki menyebtukan, erupsi disertai dentuman keras terasa sampai Pulau Adonara membentuk tinggi kolom abu teramati sekitar 2.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sekitar 2 menit 5 detik.

Baca juga:Delapan Kabupaten Terdampak Gempa di Flores Terima BTT Rp 20 Miliar

Letusan tersebut kembali berlanjut pada pukul 10:03 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak  atau sekitar 1.984 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 10.5 mm dan durasi sekitar 4 menit 31 detik.

Selanjutanya padac pukul 10:48 WITA, erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom abu teramati sekittar 600 meter di atas puncak  atau sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi sekitar 1 menit 20 detik.

Baca juga:Sekolah di Sikka Dilabel Merah, Kuning dan Hijau Pasca Gempa Flores

Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki menghimbau pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi.

Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat di sekitarnya mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan. *

Komentar

1 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan