Peseda Jakarta Bahagia Terlibat Donasi Gempa Flores, Sepuluh Hari Terkumpul Rp 143,5 Juta
MAUMERE, dewadet,com- Gempa Magnitudo 7 ,7 di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITAu telah menimbulkan korban yang luar biasa.
Hingga 1 September 2026 tercatat sekitar 127 orang meninggal dan kurang lebih 97.215 unit rumah rusak. Kerusakan juga melanda ratusan fasilitas umum, seperti pendidikan (gedung sekolah dan kampus), kesehatan, rumah ibadah, perkantoran dan juga infrastruktur.
Bencana alam menggugah hati para pesepeda yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Mereka ikut merasa terpukul dan prihatin dengan penderitaan yang dialami masyarakat di Pulau Flores.
Hanya dalam hitungan detik, semua yang dimiliki warga hilang seketika. Hanya dalam sekejab, keluarga yang semula sehat walafiat sudah terbujur kaku dan kehilangan nyawa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Baca juga:51 Ribu Rumah Selesai Verifikasi dan Validasi Pascagempa Flores, 43 Rumah Rusak Berat di Sikka
Jannes Eudes Wawa, inisiator dan pengorganisir donasi dalam pesan WhatsApp mengajak para pesepeda mengumpulkan donasi membantu meringankan para korban Gempa Flores. Dalam kurun waktu 10 hari, tanggal 17-27 Agustus 2026, terkumpul donasi Rp 143,5 juta.
Donasi itu ditransferkan ke rekening PSE Caritas Keuskupan Maumere dalam dua tahap. Transfer pertama pada 19 Agustus 2026 sejumlah Rp 73,5 juta. Tahap kedua pada 28 Agustus 2026 sebanyak Rp 70 juta.
Nunik Murniati, warga Tangerang Selatan mengaku bahagia terlibat dalam donasi membantu korban gempa di Flores.
“Kami membayangkan penderitaan dan kesedihan yang dialami masyarakat di Flores dari bencana ini. Itu sebabnya kami membantu dengan sepenuh hati. Mungkin masih jauh dari kebutuhan normal, tetapi dapat sedikit meringankan,” kata Nunik.
Baca juga:KMP Inerie II Gantikan KMP Ile Ape Distribusi Logistik Gempa Flores
Djoko Edi Santoso, asal Jakarta ketika mendengar kabar gempa besar melanda Flores dirinya terenyuh. Ia menyaksikan video dan foto yang ditayangkan media sosial membuat siapa pun tersayat hati. Situasi itu membuat dirinya mengulurkan tangan memberikan donasi meringankan penderitaan para korban.
“Musibah itu sangat memukul para korban. Ada yang kehilangan anggota keluarga, kehancuran bangunan rumah dan lainnya. Mereka pasti sangat terpuruk. Melalui donasi ini, kami ingin melibatkan diri dalam upaya meringankan penderitaan mereka,” kata Joko.
Distribusi ke Magepanda dan Palue
Ketua Komisi PSE Caritas Keuskupan Maumere, RD. Maksimus Kristo Lodo, menyampaikan apresiasi dengan perhatian dan kepedulian para pesepeda di Jakarta dan sekitarnya kepada korban Gempa Flores.
Baca juga:Kopdit Obor Mas Beroperasi Normal Pascagempa Flores, Magnitudo 7,7
Donasi ini tidak semata-mata memberikan dukungan material, tetapi juga dukungan moril. Merasa senasib dengan sesamanya. Empati dan kepedulian itu yang tinggi.
“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas donasi dari para pesepeda. Perhatian dan dukungan ini membuat kami tidak merasa berjalan sendiran menghadapi masa-masa sulit ini.Bantuan dari berbagai pihak menjadi penting agar kehidupan masyarakat dan para korban dapat kembali normal secara bertahap,” ungkap RD. Kristo.
Donasi tersebut digunakan membeli kebutuhan pokok seperti air mineral, makanan bayi, obat-obatan dan kebutuhan lainnya, bahkan telah didistribusikan kepada para korban gempa.
Dua wilayah sasaran pendistribusian yakni di Magepanda, utara Flores atau sekitar 40 kilometer arah barat Maumere. Kemudian Pulau Palue, salah satu lokasi yang cukup dekat, sekitar 37 Km dengan pusat Gempa Flores pada 15 Agustus 2026.
Kerusakan bangunan paling banyak membuat warga bertahan dalam tenda darurat. Hingga kini, gempa susulan terjadi hampir setiap hari sehingga warga pun masih trauma untuk kembali ke rumah.
Warga Palue, kata Romo Kristo, tak sebatas kekurangan air bersih, melainkan ketiadaan sumber air. Di tengah pulau ada Gunung Rokatenda yang masih aktif.
Selama ini warga Palue berjumlah kurang lebih 10.728 jiwa tersebar di delapan desa hanya mengandalkan air dari hasil penyulingan uap panas bumi yang kemudian dialirkan menggunakan bambu dari tempat tinggi ke lokasi yang rendah. Air hasil penyulingan uap panas bumi itu untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak. *




