Kopdit Obor Mas Beroperasi Normal Pascagempa Flores, Magnitudo 7,7

Aktivitas pelayanan  kepada aggota di dalam gedung Kantor Cabang Kota Baru di perbatasan Kabupaten Sikka pascagempa Flores, Sabtu 15 Agustus 2026. (dok.kopdit obor mas).

MAUMERE, dewadet.com-Gempa Flores bermagnitudo 7.7 Magnitudo (M) pada Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, tidak mengganggu operasional pelayanan KSP Kopdit Obor Mas di kantor pusat maupun kantor-kantor cabang yang tersebar di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Laporan kerusakan ringan, retakan kecil terjadi pada kantor pusat di Jalan Kesehatan Kota Maumere,  Kantor Cabang Kota Baru di Kecamatan Kota Baru,  Kabupaten Ende di perbatasan dengan Kabupaten Sikka. Plafon gedung telepas, demikian juga Kantor Cabang Mbay di Kabupaten Nagekeo.

Sedangkan gedung Kantor Cabang Ruteng retak di lantai tiga, meski lanti satu dan dua masih aman  digunakan.  Yano menegaskan, semua kantor cabang di Flores masih nyaman untuk aktivitas manajemen memberi  pelayanan kepada anggota.

“Pelayanan kepada anggota berlangsung normal sampai pekan ketiga pasca gempa ini.  Tetapi memang kita harus selalu waspada, karena gempa susulan masih sering berlangsung,” kata General Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, Rabu 2 September 2026 di Maumere.

Baca juga:Kopdit Obor Mas Salurkan Paket Bantuan Rp 200 Juta untuk 294 Anggota Korban Gempa Flores.

Kantor Cabang Mbay yang menjadi episentrum gempa di kedalaman 15 Km berjarak 35 arah timur laut Kota Mbay, Yanto menerima laporan retak  pada  dinding dan palfon gedung jatuh. Namun kantor tersebut masih bisa digunakkan untuk pelayanan.

“Saya ke sana untuk memastikan kondisi gedung.  Dilaporkan bahwa ada bagian gedung rusak, tapi karyawan masih bisa kerja,” kata Yanto datang ke Mbay sekaligus menyerahkan Peduli Kasih Kopdit Obor Mas kepada 149 anggota  yang terdampak gempa.

Yanto membeberkan kondisisi kantor pusat tiga lantai yang telah berusia 21 tahun ketika gempa berkekuatan 7,7 mengguncang Pulau Flores.

“Semula saya pikiran juga. Usianya sudah 21 tahun, tapi setelah diperiksa keseluruhan gedung semuanya aman.  Bebarapa hari pasca gempa, kami masuk kerja di dalam gedung. Semuanya masih aman. Tapi selalu waspada,” ujar Yanto.

Baca juga:Mobil Tergelincir Malam Hari di Jalan Rusak Bawa Bantuan Gempa ke Mahebora, Terobati Senyum Mama-Mama

Manajer  Kantor Kopdit Obor Mas Cabang Kota Baru, Marthinus Tue, mengatakan pelayanan kepada anggota tetap bejalan di dalam gedung, meski beberapa bagian gedung tersebut retak.

“Kami lebih waspada karena intensitas gempa susulan masih sering terjadi dan kondisi bangunan juga retak di beberapa titik dan sudut. Pintu utama selalu kami buka untuk antisipasi kalau terjadi gempa,” kata Marthin dalam pesan WhatsApp.

Setiap anggota yang datang ke kantor untuk transaksi, lanjut Marthin diberi arahan supaya tidak panik bila terjadi gempa susulan.

Sementara itu laporan Posko Satgas Tanggap Darurat Gempa Tektonik  di Kabupaten Sikka, sampai  pekan ketiga pascagempa, Sabtu 4 September 2025  menyebutkan enam korban meninggal, 26 orang luka berat dan 23 orang menderita luka ringan.

Baca juga:Korban Gempa ‘Lupa’ Dirawat, Ditemukan Bupati Sikka, “Evakuasi dan Rawat”  

Fasilitas umum rusak sebanyak 303 unit mencakup bangunan pemerintah 14 unit rusak berat, 25 unit rusak sedang dan 35 unit ringan. Fasilitas kesehatan  26 rusak berat, lima unit rusak ringan, dan 62 rusak sedang.

Fasilitas pendidikan rusak berat 7 unit, 27 rusak sedang dan 4 rusak ringan. Kemudian 8 ruas jalan rusak berat. Tujuh prasarana rusak berat, dua unit rusak sedang dan satu unit rusak ringan. Sementara rumah ibadah rusak  berat 19 unit, 22 rusak ringan dan 38 unit rusak ringan.

Kerusakan rumah warga Sikka kategori berat sebanyak 939 unit, 853 rusak sedang dan 2.457 rusak ringan dari keluruhan 4.248 unit rumh warga. Total jiwa terdampak 352.794 jiwa. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan