Rabu, 07 Oktober 2026. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Galatia 2:1-2.7-14; Lukas 11:1-4.
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih. Seseorang tidak menjadi pandai berenang hanya dengan membaca petunjuk tentang cara berenang. Ia harus masuk ke dalam air, belajar mengatur napas, menggerakkan tangan dan kaki, kadang kehilangan keseimbangan, lalu mencoba lagi sampai gerakan itu perlahan menjadi bagian dari dirinya.
Demikian pula dengan berdoa. Para murid setiap hari melihat Yesus berdoa, tetapi mereka menyadari bahwa mereka sendiri masih harus belajar, sehingga seorang dari mereka berkata, “ Tuhan, ajarlah kami berdoa.”
Yesus kemudian mengajarkan doa Bapa Kami, doa yang membawa mereka masuk ke dalam hubungan-Nya dengan Bapa, merindukan Kerajaan Allah, memohon kebutuhan sehari-hari, belajar mengampuni, dan memohon kekuatan menghadapi pencobaan.
Doa Bapa Kami adalah doa penting dalam setiap peristiwa Rosario sebelum kita mendoakan Salam Maria. Dalam doa Rosario, kita bersama Maria merenungkan peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus, dan mengarahkan semuanya kepada kemuliaan Allah.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Sibuk untuk Tuhan sampai Lupa Bersama Tuhan
Karena itu, Rosario bukan sekadar doa yang harus selesai di butir, melainkan perjalanan bersama Maria untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus. Semakin setia kita merenungkan misteri-Nya, semakin kita membiarkan cara hidup Kristus perlahan menjadi cara hidup kita.
Dan hati yang dibentuk dalam doa pada akhirnya harus menjadi hidup yang siap diutus. Dalam bacaan pertama, Paulus menyadari bahwa kepadanya telah dipercayakan pewartaan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, sebagaimana Petrus menerima perutusan kepada orang-orang Yahudi.
Keduanya berbeda medan pelayanan, tetapi berasal dari kasih karunia dan Tuhan yang sama. Di sinilah Rosario menjadi sangat konkret. Dalam setiap peristiwa Rosario kita berjalan bersama Maria sambil memandang Kristus, lalu belajar membawa cara hidup-Nya ke dalam perutusan kita sendiri.
Dari misteri-misteri hidup Kristus, kita belajar kerendahan hati ketika ingin menonjolkan diri, kesabaran ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan, kasih ketika berhadapan dengan orang yang sulit diterima, kesetiaan ketika pelayanan terasa berat, dan kepercayaan ketika masa depan belum jelas.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menemukan Kesukaan Allah di Wajah Sesama yang Terluka
Rosario yang sungguh direnungkan tidak hanya membuat jari kita berpindah dari satu butir ke butir berikutnya, tetapi membuat hidup kita perlahan berpindah dari kehendak sendiri kepada kehendak Allah.
Karena itu, ketika dalam berdoa Rosario pikiran kita tiba-tiba berjalan ke mana-mana, jangan merasa doa kita menjadi sia-sia. Setiap kali perhatian teralihkan, kembalilah dengan tenang kepada Yesus yang sedang kita renungkan bersama Maria, sebab kesetiaan dalam doa bukan berarti tidak pernah kehilangan fokus, melainkan selalu mau kembali ketika hati mulai menjauh.
Doakanlah Rosario setiap hari bukan sekadar sebagai kewajiban, melainkan sebagai kesempatan membiarkan misteri kehidupan Kristus masuk ke dalam peristiwa kehidupan kita, sehingga kegembiraan, kesedihan, keberhasilan, luka, dan harapan kita perlahan diterangi oleh-Nya.
Rosario menjadi begitu indah karena telah diwariskan dari generasi ke generasi sebagai doa sederhana yang menuntun hati kembali kepada Kristus bersama Maria. Rosario juga menjadi senjata rohani dalam peperangan hidup, bukan karena rangkaian katanya mempunyai kekuatan magis, melainkan karena melalui doa itu hati kita terus diarahkan kepada Kristus ketika kecemasan, godaan, keputusasaan, dan dosa berusaha menjauhkan kita dari-Nya.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Sia-siakan Kebun Anggur Tuhan
Dalam peristiwa gembira kita membawa sukacita, dalam peristiwa terang kita mencari arah, dalam peristiwa sedih kita membawa luka, dan dalam peristiwa mulia kita menaruh harapan.
Dengan demikian, Rosario bukan doa yang menjauhkan kita dari kehidupan, tetapi doa yang membawa seluruh kehidupan kita untuk dipandang bersama Maria dalam terang kehidupan Kristus.
Maka, ketika hidup terasa berat dan kita tidak tahu lagi harus berkata apa kepada Tuhan, genggamlah Rosario, berjalanlah bersama Maria, dan biarkanlah ia menuntun seluruh kehidupan kita kembali kepada Yesus.
Petikan BUSA-H #07/10/2026
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Ketika Hidup Tak Dimengerti, Kasih Tuhan Tetap Pasti
“ Kadang hidup kita terlalu kusut untuk dijelaskan dengan kata-kata, maka Tuhan memberi kita Rosario agar kegelisahan yang tak mampu kita ucapkan tetap mempunyai jalan menuju surga.”
“Jangan heran bila setelah berdoa Rosario masalahmu masih ada, sebab terkadang mukjizat pertama Rosario bukan mengubah keadaan, melainkan mengubah hati yang menghadapinya.”
“Rosario tidak menjanjikan hidup tanpa air mata, tetapi mengajarkan bahwa bahkan air mata pun dapat menjadi doa ketika dibawa berjalan bersama Maria menuju Kristus.”
“Ada saatnya kita menggenggam Rosario karena iman kita kuat, tetapi ada saatnya kita menggenggamnya justru karena hanya itu yang masih sanggup kita genggam ketika hidup terasa runtuh.”
Tuhan memberkati kita#rd.fd@






