Lima Gerai Koperasi Merah Putih Rampung 100 Persen, Tujuh Manajer Ditempatkan di Maumere

 Dandim 1603 Sikka, Letkol Arm. Denny Riesta Permana. (dewadet,com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Lima dari 25 unit gerai Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sikka sudah rampung 100 persen dikerjakan, namun semua gerai itu belum bisa digunakan karena belum tersedia fasilitas pendukung gerai.

Sementara itu, tujuh orang manajer gerai KDKMP yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan sudah kembali ke Maumere. Mereka belum bisa beraktivitas karena belum ada gerai beroperasi.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1603 Sikka, Letkol Arm. Denny Riesta Permana, mengatakan kendala lahan menjadi faktor paling utama pendirian gerai KDKMP di Sikka.

Menurut Denny Riesta, idealnya 194 desa dan kelurahan punya lahan mendirikan gerai, namun hanya 25 unit gerai yang bisa dikerjakan dan lima diantaranya rampung 100 persen.

Baca juga:Robby Tulus:  KDKMP Konsepnya Bagus Tapi Tidak Ada Kajian

“Gedungya sudah selesai, tapi untuk operasional butuh banyak fasilitas harus dilengkapi, semisal rak-rak, kendaraan, AC, komputer, jaringan Wifi, meja, kursi kasir dan banyak lagi itemnya. Pengadaan ini oleh vendor. Tugas kami membangun gerainya,” kata Denny Riesta, Kamis siang, 15 Oktober 2026 di Maumere.

Denny Riesta menjelaskan, lima gerai telah rampung dibangun tersebar di Kelurahan Kota Baru, Wuring, Wolomaran, Kota Uneng dan Kelurahan Madawat. Sedangkan 20 unit gerai yang lainnya dalam tahap pengerjaan. Lahan pendirian gerai ini umumnya merupakan aset milik Pemda Sikka dan TNI.

Sedangkan di desa dan kelurahan yang lainya belum bisa dibangun gerai, karena ketiadaan lahan. Kendatipun ada beberapa wilayah punya lahan, luasnya tidak memenuhi syarat pendirian lahan.

Manajer KDKMP 

Baca juga:Calon Manajer KDKMP Bukan Berstatus ASN

Denny Riesta mengatakan tujuh orang manajer KDKMP telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan sudah kembali ke Kabupaten Sikka akan mengelola semua gerai koperasi merah putih.

Mereka telah dibekali pengetahuan dan ketrampilan mengelola koperasi desa kelurahan merah putih, tapi belum bisa beraktivitas karena belum satupun gerai operasional.

“Semua manejer asal Kabupaten Sikka datang melapor diri dan bertemu saya. Saya sampaikan bahwa pengetahuan dan ketrampilan yang didapat selama pendidikan tidak diserapkan secara utuh. Tapi disesuaikan kondisi dan potensi di kelurahan dan desa setempat,” tegas Denny Riesta.

Untuk mengisi kekosongan kegiatan selama gerai belum operasonal, Denny Riesta menyarankan para manajer KDKMP melakukan diskusi dengan para pengurus KDKM di wilayah setempat. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan