BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Jangan Sibuk Sampai Lupa Datang ke Pesta Tuhan
Selasa, 04 November 2025. Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup. Roma 12:5-16a; Lukas 14:15-24.
Oleh: Rd.Fidelis Dua.
SAUDARA-saudari terkasih dalam Kristus. Hari ini Gereja merayakan Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup. Seorang gembala besar Gereja yang hidup di abad ke-16, masa ketika Gereja sedang terluka oleh reformasi dan kemerosotan moral.
Di tengah kekacauan itu, Karolus berdiri teguh sebagai tiang pembaruan. Ia bukan hanya seorang uskup yang berwibawa, tetapi juga seorang pelayan yang rendah hati. Ia menolak hidup mewah, memilih tinggal sederhana, berjalan kaki mengunjungi paroki-paroki miskin, memberi makan orang lapar, dan melayani umat yang terserang wabah dengan tangannya sendiri. Hidupnya menjadi cermin dari kata-kata Yesus: “Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar, hendaklah ia menjadi pelayan bagi semuanya.”
Semangat inilah yang disuarakan oleh Rasul Paulus dalam bacaan pertama hari ini (Roma 12:5–16a): “Kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus, tetapi masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”
Paulus menegaskan bahwa iman bukanlah soal kehormatan pribadi, melainkan tentang persekutuan kasih. Setiap orang diberi karunia berbeda: ada yang menasihati, ada yang mengajar, ada yang memberi dengan sukacita, semuanya untuk membangun tubuh Kristus.
Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Kasih yang Berbuah di Surga
Hidup beriman berarti hidup yang saling melengkapi, bukan saling menonjolkan. Dunia saat ini sering mengajarkan kita untuk berlomba menjadi yang paling besar, paling viral, paling kuat. Namun St. Karolus Borromeus mengajarkan kebalikan bahwa kekuatan sejati justru lahir dari kesediaan untuk melayani dengan tulus, tanpa pamrih.
Filsuf Albert Schweitzer pernah berkata, “Satu-satunya yang benar-benar bahagia adalah mereka yang telah belajar bagaimana melayani.” Dan itulah inti dari Injil hari ini (Luk 14:15–24): kisah tentang undangan perjamuan besar yang ditolak oleh banyak orang.
Yesus menggambarkan sikap manusia yang terlalu sibuk dengan urusannya sendiri, yakni ladang, ternak, bisnis, kesenangan sehingga lupa menjawab undangan Allah. Padahal undangan itu bukan sekadar ke pesta makan, tetapi ke pesta kasih, pesta keselamatan.
Banyak dari kita pun sering begitu: sibuk bekerja, sibuk berlari mengejar yang fana, hingga lupa duduk di meja perjamuan kasih Allah. Kita diundang, tapi sering berkata: “Tunggu sebentar, Tuhan, aku masih banyak urusan.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Kasih yang Melampaui Kematian
Saudara-saudari, St. Karolus Borromeus adalah teladan orang yang tidak menolak undangan itu. Ia mendengar panggilan Tuhan, meninggalkan kemewahan keluarganya, dan menanggapi dengan total. Dalam semangat Paulus, ia menjadi anggota tubuh Kristus yang hidup dengan melayani, menanggung, dan menghidupi kasih Kristus di tengah umat.
Paus Fransiskus pernah berkata, “Gembala sejati berbau domba.” Artinya, ia hidup di tengah umatnya, bukan di menara kehormatan. Karolus Borromeus melakukan hal itu dengan penuh cinta.
Maka pesan Sabda hari ini jelas bagi kita semua: Jangan menolak undangan Tuhan yang hadir setiap hari dalam bentuk pelayanan kecil, seperti mendengarkan sesama, membantu yang lemah, mengampuni yang bersalah, dan bekerja dengan kasih. Itulah cara kita mengambil bagian dalam perjamuan keselamatan.
Hidup beriman bukan sekadar datang ke gereja, tetapi menjadikan hidup kita “undangan kasih” bagi sesama. Seperti St. Karolus Borromeus, mari kita menjawab panggilan Tuhan dengan tindakan nyata, agar dunia yang lapar kasih dapat merasakan kehadiran Allah melalui tangan dan hati kita.
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Menjadi Kudus di Tengah Hidup yang Berliku
”Setiap tindakan kasih yang kecil adalah langkah menuju perjamuan keselamatan yang besar.”
“Pelayanan bukan pekerjaan tambahan bagi orang beriman, pelayanan adalah napas dari iman itu sendiri.”
Tuhan memberkati kita.





