Bupati Sikka Mohon Pemerintah Pusat Kembalikan Dana TKD
MAUMERE,dewadet.com-Pasca bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026 mengguncang Pulau Flores, Pemerintah Kabupaten Sikka dan tujuh kabupaten lainnya menerima dana bantuan presiden (Banpres) Rp 20 miliar perkabupaten.
Alokasi Banpres itu dinilai tidak cukup menangani berbagai persoalan pasca gempa bumi menewaskab enam orang warga Sikka, 25 luka berat dan 23 menderita luka ringan.
“Kalau mau jujur, bantuan presiden Rp 20 miliar tidak cukup, sehingga permohonan dan harapan dari kami satu saja. Tolong kembalikan dana TKD (transfer ke daerah) kami, khusus buat Flores yang terdampak bencana,” harap Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam konferensi pers pasca gempa Flores, Selasa sore, 20 Oktober 2026 di Kantor Bupati Sikka Jalan Ahmad Yani, Kota Maumere.
Menurut Juventus, gempa bumi Flores merupakan momentum terbaik mengembalikan keadaan. Hanya dengan cara pemerintah pusat mengembalikan TKD, kita bisa melakukan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan baik.
Baca juga:Kantor Bupati Sikka Direhab Pasca Gempa Flores, Bupati dan Wabup Tempati Gedung Lama
Dikatakannya, perjuangan di masa awal bencana gempa bumi telah menghadirkan banyak donatur dan bantuan kepada warga korban gempa bumi. Namun pekerjaan menjadi berat pasca gempa mengembalikan keadaan.
“Yang paling berat adalah masa rekonstruksi membutuhkan anggaran yang besar dan mengembalikan psikis warga Kabupaten Sikka,” kata Juventus.
Diketahui bahwa realisasi dana transfer ke daerah Kabupaten Sikka pada 2026 sebesar Rp 1.062.607.604.000 mengalami penurunan Rp 83.007.945.000 dibanding tahun 2025 senilai Rp 1.145.615.549.000.
Penurunan TKD diketahui dari data pengelolaan keuangan daerah yang bersumber dari APBN. TKD merupakan bagian dari belanja negara yang disalurkan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mendukung urusan pemerintahan sesuai dengan kewenanganya.
Baca juga:51 Ribu Rumah Selesai Verifikasi dan Validasi Pascagempa Flores, 43 Rumah Rusak Berat di Sikka
Jumpa pers tadi sore dihadiri juga Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, Sekretaris Daerah (Sekda) Sikka, Dr. Femmy Bapa, ST.M.Eng, Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD, Petrus Poling, dan Kadis Infokom Sikka, Even Edomeko.
Kesempatan ini dimanfaatkanBupati Sikka, Sekda Sikka merangkap Komandan Satgas Penanggulangan Gempa Bumi, dan Wabup menjelaskan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah sejak masa tanggap darurat sampai dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi saat ini. *





