Minggu, 07 Desember 2025. Hari Minggu Adven II. Kitab Yesaya 11:1-10; Roma 15:4-9; Matius 3:1-12

Oleh: Rd. Fidelis Dua.

Salju berjatuhan di lereng Alpen sunyi,
angin membelai hutan cemara yang sepi.
Menyapu beku hati yang rindu kembali,
Ampun, ya Tuhan, pulihkanlah kami .

SAUDARI-saudara terkasih, Sabda Tuhan dalam bacaan pertama menyajikan nubuat agung dari Yesaya tentang tumbuhnya tunas dari tunggul Isai, sebuah tanda bahwa Allah sanggup menumbuhkan kehidupan baru dari sesuatu yang tampaknya telah mati dan tak memiliki masa depan.

Artinya, tidak ada situasi yang begitu tandus hingga Allah tidak dapat menghadirkan harapan; tidak ada hati yang begitu retak hingga Ia tidak dapat memulihkannya; tidak ada relasi yang begitu rapuh hingga Ia tidak dapat menumbuhkan damai di dalamnya.

Yesaya mengingatkan bahwa Allah bekerja justru di tempat yang kita anggap tidak mungkin lagi menjadi hidup.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Belas Kasih yang Menyentuh Kerapuhan

Namun, untuk mengalami kehidupan yang baru, kita membutuhkan pemulihan yang tidak bersumber dari kemampuan manusia, tetapi dari kehadiran Allah yang menyentuh bagian paling rapuh dalam diri kita.

Pemulihan terjadi ketika Tuhan menyapa titik paling lemah yang sering kita sembunyikan, seperti luka batin yang belum sembuh, kegagalan yang menimbulkan malu, atau relasi keluarga yang membeku karena kata-kata yang menyakiti. Karena itu, kita perlu membuka ruang di dalam hati agar Allah menjamah hidup kita.

Contohnya, ada pasangan suami-istri yang hampir menyerah setelah bertahun-tahun hidup dalam dinginnya komunikasi. Namun ketika mereka mulai memberi ruang bagi Tuhan dengan berdoa bersama, meminta maaf dengan tulus, perlahan bertumbuh kembali tunas kasih yang mereka kira sudah lama mati. Itulah kuasa pemulihan Allah yang bekerja dalam kejujuran kesediaan hati dan kesetiaan.

Rasul Paulus melanjutkan pesan pemulihan ini dengan mengundang kita untuk hidup saling menerima sebagaimana Kristus telah menerima kita. Artinya, pemulihan bukan hanya urusan pribadi; pemulihan mesti menjangkau relasi dan komunitas hidup bersama. Kita dipanggil untuk memaafkan yang menyakiti, menerima yang berbeda, dan merangkul mereka yang selama ini kita jauhi. Pemulihan pribadi harus berbuah dalam kehidupan bersama.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian); Melihat Lagi dengan Iman yang Dipulihkan

Namun bagaimana memulai pembaruan itu? Di sinilah Injil hari ini berbicara lantang melalui suara Yohanes Pembaptis. Ia berseru di padang gurun: “Bertobatlah dan berilah buah yang sesuai dengan pertobatan!” (Mat 3:1–12).

Bagi Yohanes, pertobatan bukan sekadar menyesal, tetapi mengubah orientasi hidup, kembali ke jalan yang benar, dan membangun ulang relasi yang telah retak. Ia mengajak kita meninggalkan pola pikir yang merusak, kebiasaan yang memecah belah, dan sikap yang membuat kita buta terhadap kebutuhan sesama.  Yohanes memperingatkan bahwa Mesias yang datang akan “menampi” hidup kita, memisahkan gandum dari sekam.

Artinya, sekaranglah saatnya kita membiarkan Tuhan memurnikan hati dan budi kita, memotong hal-hal yang tidak sehat dalam relasi dan komunikasi, serta membakar habis egoisme yang mengeraskan hati.

Saudari-saudara terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita masuk ke dalam satu arus besar di masa Adven, yakni pemulihan atau pertobatan. Pemulihan yang ditaburkan oleh Yesaya, dimatangkan dalam pengharapan oleh Paulus, dan diasah oleh suara profetis Yohanes Pembaptis.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dua Rumah, Satu Badai; Pilihan yang Menentukan Segalanya

Kita dipanggil untuk menjadi pribadi Adven atau orang-orang yang berani berharap, berani berubah, dan berani membuka ruang bagi Tuhan untuk menumbuhkan tunas baru dalam hidup kita.

Maka marilah kita menyambut Sang Mesias yang datang bukan hanya dengan lilin dan nyanyian, tetapi dengan hati yang bertobat, pikiran yang diperbarui, dan relasi yang diperdamaikan. Semoga kita menjadi pribadi yang menghadirkan damai, memulihkan yang retak, menguatkan yang jatuh, dan menyalakan kembali harapan bagi mereka yang mulai kehilangan cahaya.

Mari kita berseru bersama: Tuhan, tumbuhkanlah tunas baru dalam hidup kami. Datanglah, dan pulihkanlah kami.

Petikan Butiran Sabda Allah hari ini: 

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Adven Menumbuhkan Tunas Kecil untuk Hati yang Baru

”Pemulihan selalu dimulai ketika kita berani jujur tentang luka yang selama ini kita sembunyikan.”

”Hanya hati yang terbuka bagi Allah yang dapat melihat bahwa masa depan betapapun retaknya masih dapat ditumbuhkan kembali.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan