Senin, 12 Oktober 2026. Hari Biasa Pekan XXVIII. Galatia 4:22-24.26-27.31-5:1; Lukas 11:29-32

Oleh: RD.Fidelis Dua.

SAUDARI dan saudara terkasih, pernahkah kita merasa gelisah ketika telepon genggam tertinggal di rumah? Rasanya ada sesuatu yang kurang. Kita takut melewatkan pesan, berita, atau sesuatu yang menarik.

Tetapi anehnya, ketika telepon ada di tangan, kita justru sering kehilangan ketenangan karena terus-menerus memeriksa layar. Bahkan saat berdoa pun, pikiran kita mudah pergi ke mana-mana.

Kita hidup di tengah begitu banyak suara, gambar, keinginan, dan kesibukan yang berebut perhatian. Akibatnya, duduk diam bersama Tuhan selama beberapa menit saja terasa begitu sulit. Padahal pemazmur mengingatkan, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.” (Mzm 46:11).

Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mencari sesuatu yang menarik untuk dilihat, sampai lupa menyediakan hati untuk mendengarkan Tuhan yang ingin berbicara kepada kita.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Hanya Hadir, Biarkan Hatimu Berubah

Sikap yang terlalu sibuk mencari sesuatu yang luar biasa, tetapi kurang mau mendengarkan Tuhan, juga kita temukan dalam Injil hari ini. Orang banyak meminta Yesus menunjukkan tanda ajaib, padahal mereka sudah mendengar pengajaran dan menyaksikan karya-Nya.

Karena itu Yesus berkata, “Mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus.” Yunus hanyalah seorang nabi yang diutus Allah untuk menyerukan pertobatan, sedangkan Yesus adalah Putra Allah yang datang membawa keselamatan.

Penduduk Niniwe mau bertobat hanya karena mendengarkan pewartaan Yunus, tetapi orang-orang yang berhadapan langsung dengan Yesus justru masih meminta bukti. Bahkan tanda yang diberikan Yesus jauh lebih besar daripada tanda Yunus. Yunus menyerukan pertobatan agar penduduk Niniwe terhindar dari kebinasaan, sedangkan Yesus sendiri menyerahkan nyawa-Nya dan bangkit dari kematian untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut.

Kita sering mencari tanda-tanda luar biasa dari Tuhan, padahal yang paling kita butuhkan adalah hati yang hening, mau mendengarkan Sabda-Nya, dan sungguh merdeka dari keinginan yang menguasai hidup kita.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kebahagiaan Maria dan Hati yang Diubah Sabda

Keinginan untuk terus melihat tanda-tanda luar biasa itu juga mengingatkan kita bahwa hati manusia tidak selalu benar-benar merdeka. Kadang kita masih dikuasai oleh keinginan untuk selalu dipuaskan, diperhatikan, dan mendapatkan apa yang kita harapkan.

Karena itulah Rasul Paulus dalam bacaan pertama mengingatkan, “Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka.” Melalui gambaran anak dari perempuan hamba dan perempuan merdeka, Paulus menegaskan bahwa kita menerima keselamatan karena janji dan kasih karunia Allah, bukan semata-mata karena usaha atau ketaatan lahiriah kita.

Kemerdekaan yang diberikan Kristus itu juga mengajak kita untuk tidak lagi membiarkan keinginan yang tidak teratur menguasai hati. Maka, marilah kita belajar menyediakan waktu untuk berdiam bersama Tuhan, mendengarkan Sabda-Nya, dan membiarkan-Nya membentuk hidup kita.

Ketika doa terasa kering, jangan buru-buru mencari pengalaman yang luar biasa. Ketika keinginan kita belum terpenuhi, belajarlah tetap percaya dan bersyukur. Sebab hati yang sungguh merdeka bukanlah hati yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, melainkan hati yang tetap mampu mengasihi dan percaya kepada Tuhan, bahkan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kuasa Gelap Takkan Pernah Menang

Petikan BUSA-H #12/10/2026

“Kita begitu takut kehilangan pesan dari manusia, tetapi tidak pernah gelisah ketika kehilangan waktu hening untuk mendengarkan Tuhan.”

“Kita sering meminta Tuhan menunjukkan tanda yang luar biasa, padahal tanda kasih-Nya yang terbesar telah nyata dalam Kristus yang wafat dan bangkit demi keselamatan kita.”

“Penduduk Niniwe bertobat setelah mendengarkan Yunus, tetapi betapa sering kita tidak bertobat setelah mendengarkan Sabda Kristus.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Biarkan Roh Menghembus Hidupmu

“Hati yang sungguh merdeka bukanlah hati yang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, melainkan hati yang tetap mampu mengasihi dan percaya kepada Tuhan, bahkan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.”

Tuhan memberkati kita#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan