Frater Asal India di Biara Missionaris Cinta Kasih Allah Tak Lupakan Paus Fransiskus Misa GBK Jakarta

Frater Arockia Viknesh MGL di Biara Missionaris Cinta Kasih Allah, Nita, Maumere berdoa dihadapan foto Paus Fransiskus, Jumat 25 April 2025. (dewadet.com).

MAUMERE,dewadet.com-Wafatnya Paus Fransiskus, Senin 21 April 2025 waktu Roma membawa kesedihan mendalam bagi Frater Arockia Viknesh MGL.

“Saya sangat sedih mendengar kabar itu. Beliau itu idola saya, motivasi untuk saya, saya sangat sedih,”ungkap Frater Arockia, Jumat 25 April 2025.

Frater Arockia mengindentikan Paus Fransiskus adalah paus dari rakyat. Kasih sayang dan belas kasihan menjadi fondasinya. Dia menjalani apa yang diajarkan Yesus dalam Alkitab, sehingga dia memiliki cinta yang khusus kepada orang miskin, tertindas dan terpinggirkan.

“Ini sangat, sangat sedih. Saya sudah merasa kita akan kehilangan dia segera saat dia sakit baru-baru ini. Tapi setelah dia mulai membaik, lalu tiba-tiba meninggal pada hari Senin Paskah, itu sangat mengejutkan,” katanya.

 Baca juga: Paus Fransiskus dalam Kenangan Pohon Beringin di Halaman Gereja Ili

Rohaniwan asal India bertugas di Biara Missionaris Cinta Kasih Allah, Nita, 10 Km sebelah barat Kota Maumere, Pulau Flores punya pengalaman pribadi yang tak pernah dilupakan.

Salah satu momen bersejarah bagi Frater Arockia ketika Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia dan merayakan misa di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta tahun lalu.

Tidak sempat berjabat tangan karena banyaknya umat waktu itu, Frater Arockia bersyukur bisa duduk berdekatan dan bisa melihat Paus Fransiskus dari jarak dekat.

Ia sempat merencanakan bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, namun rencananya batal karena Paus Fransiskus telah tiada.

 Baca juga: Romanus Woga Ibaratkan Koperasi Desa Merah Putih, Matahari Tenggelam Sebelum Terbit

Frater Arockia masih ingat pesan Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia yang minta untuk selalu tersenyum dalam kondisi apapun.

Dimata Frater Arockia, Paus Fransiskus merupakan inspirasi bagi orang muda. Mereka yang dulunya malas gereja, namun saat ini sudah berubah, banyak orang muda sudah rajin ke gereja.

Menurutnya, Paus Fransiskus adalah kasih dan belas kasih adalah fondasinya. Dia menjalani apa yang diajarkan Yesus dalam Alkitab sehingga dia memiliki cinta yang khusus kepada orang miskin, tertindas dan terpinggirkan.

Ajaran Paus Fransiskus yang akan diimplementasikan kepada umat adalah gereja yang terluka yang bukan tempat yang sempurna dan siapa saya untuk menghakimi.

 Baca juga: Koperasi Merah Putih, Jangan Ulangi Program BBM dan Anggur Merah

Jika kita bisa menunjukkan sedikit kasih sayang dan sedikit pengampunan tanpa menghakimi, kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik untuk kita dan orang lain.

Perdebatan sosok pengganti Paus apakah dari Asia, Afrika, atau Italia?

“Saya, kita membutuhkan seorang pemimpin yang dapat membawa persekutuan dan kesatuan. Itulah inti dari agama Katolik,” kata Frater Arockia

Karena itu, dia menaruh harapan agar pemimpin berikutnya bisa membawa persatuan dan kesatuan yang diinginkan ajaran Katolik seperti yang diajarkan Paus Fransiskus.  *

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan