Jumat, 09 Oktober 2026. Hari Biasa Pekan XXVII. Galatia 3:7-14; Lukas 11:15-26.

Oleh: RD.Fidelis Dua.

SAUDARI dan saudara terkasih, belakangan ini film Kuasa Gelap, Perjanjian Darah menarik perhatian banyak orang karena menggambarkan betapa mengerikannya ketika kehidupan seseorang dibelenggu oleh kuasa jahat.

Adegan-adegan seram dan dapat membuat kita takut, tetapi ada sesuatu yang mungkin lebih berbahaya daripada gambaran iblis yang menyeramkan, yakni ketika kejahatan bekerja begitu halus sampai kita tidak lagi mengenalinya.

Kita mulai menganggap kebencian sebagai sesuatu yang wajar, kebohongan sebagai sesuatu yang lumrah, dan ketidakpercayaan kepada Tuhan sebagai tanda bahwa kita sudah cukup pintar untuk mengatur hidup sendiri. Bahkan ketika melihat sesuatu yang baik, kita mudah curiga dan mencari-cari kesalahannya.

Inilah yang terjadi dalam Injil hari ini. Ketika Yesus membebaskan seseorang dari kuasa setan, sebagian orang justru menuduh bahwa Ia melakukannya dengan kuasa Beelzebul. Betapa mengerikannya ketika hati manusia sudah begitu tertutup sehingga karya Allah yang membebaskan pun dianggap sebagai pekerjaan iblis.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Biarkan Roh Menghembus Hidupmu

Yesus menjawab bahwa kerajaan yang terpecah-pecah tidak akan bertahan, lalu menegaskan, “ Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”

Dengan kata lain, kehadiran Yesus bukan sekadar memperlihatkan bahwa iblis itu ada, tetapi menyatakan bahwa kuasa Allah telah datang untuk menghancurkan belenggu kejahatan dan memulihkan kehidupan manusia.

Dan, kemenangan Kristus atas kuasa kejahatan itulah yang menjadi dasar pengharapan kita dalam bacaan pertama. Paulus mengingatkan jemaat di Galatia bahwa berkat Allah diterima melalui iman, sebagaimana Abraham percaya kepada janji Tuhan.

Ia menegaskan bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan menanggung kutuk itu demi kita, supaya berkat Abraham sampai kepada segala bangsa dan kita menerima Roh yang dijanjikan melalui iman. Artinya, keselamatan bukanlah hasil kehebatan manusia memenuhi seluruh tuntutan hukum, melainkan anugerah Allah yang dibuka bagi kita melalui Kristus.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Rosario, Misteri yang Merangkum Kehidupan

Di sinilah kita menemukan jawaban terhadap ketakutan akan kuasa gelap. Kejahatan memang dapat membelenggu, dosa dapat merusak, dan godaan dapat melemahkan iman, tetapi semuanya tidak lebih kuat daripada kasih Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya di salib.

Karena itu, iman Kristiani tidak pernah mengagumi kedahsyatan iblis, melainkan semakin percaya kepada kemenangan Kristus. Jangan sampai kita lebih mudah percaya bahwa iblis yang mampu menghancurkan hidup manusia daripada percaya bahwa Kristus yang sanggup membebaskan dan menyelamatkan.

Namun, saudari dan saudara, percaya kepada kemenangan Kristus juga berarti bersedia menjaga hati agar tidak kembali dikuasai oleh apa yang telah dibebaskan-Nya.

Dalam kelanjutan Injil, Yesus mengingatkan tentang roh jahat yang kembali ke rumah yang telah dibersihkan, tetapi dibiarkan kosong. Peringatan ini menyadarkan kita bahwa menjauhkan kejahatan saja belum cukup.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Sibuk untuk Tuhan sampai Lupa Bersama Tuhan

Hati perlu diisi dengan kehadiran Allah, doa, Sabda-Nya, pertobatan, dan kasih yang nyata. Sebab rumah tangga dapat runtuh bukan hanya karena serangan dari luar, tetapi juga karena kebencian yang terus dipelihara, pengampunan yang ditolak, dan kepercayaan yang perlahan dihancurkan.

Demikian pula iman dapat melemah bukan hanya karena godaan besar, tetapi karena kita membiarkan hati semakin jauh dari Tuhan. Maka jangan membiarkan rasa takut kepada iblis lebih besar daripada kepercayaan kita kepada Kristus.

Kuasa gelap ingin membuat kita hidup dalam ketakutan dan kehilangan iman, tetapi Kristus datang supaya kita hidup dalam kebebasan dan pengharapan. Jangan takut kepada kegelapan, tetapi bukalah hati bagi Kristus, sebab ketika terang-Nya tinggal di dalam diri kita, kegelapan tidak lagi menguasai hidup kita.

Petikan BUSA-H #09/10/2026 

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Menemukan Kesukaan Allah di Wajah Sesama yang Terluka

“Kuasa gelap mungkin mampu menakut-nakuti kita, tetapi tidak pernah mampu memadamkan terang Kristus yang telah mengalahkannya.”

“Kemenangan terbesar iblis bukan ketika manusia gemetar melihat wajahnya yang menyeramkan, melainkan ketika manusia tidak lagi mampu mengenali wajah kasih Allah yang sedang menyelamatkannya.”

“Jangan terlalu sibuk mencari tanda-tanda kehadiran iblis sampai kehilangan kepekaan melihat karya Kristus yang setiap hari membebaskan, menyembuhkan, dan menghidupkan.”

“Hati yang telah dibebaskan dari kejahatan tidak boleh dibiarkan kosong, sebab kegelapan paling mudah kembali ketika manusia mengusir dosa tetapi tidak mengundang Kristus untuk tinggal di dalamnya.”

Tuhan memberkati kita#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan