BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kebenaran yang Menguatkan Pengharapan
Sabtu, 01 Agustus 2026. Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
Kitab Yeremia 26:11-16.24; Matius 14:1-12.
Oleh: RD. Fidelis Dua
“ORANG yang hidup dalam kebenaran tidak selalu berjalan di jalan yang mudah, tetapi selalu berjalan di jalan yang benar.” Kalimat ini mengingatkan kita bahwa setiap kesetiaan kepada kebenaran selalu memiliki harga yang harus dibayar.
Dalam kehidupan, tidak sedikit orang memilih diam demi kenyamanan atau mengorbankan kebenaran demi penerimaan. Padahal kasih kepada Allah selalu berjalan seiring dengan keberanian untuk tetap setia kepada kebenaran.
Itulah sebabnya Santo Alfonsus Maria de Liguori mengingatkan bahwa semakin seseorang mengasihi Allah, semakin besar pula pengharapannya kepada-Nya. Pengharapan inilah yang memampukan seseorang tetap tenang di tengah kesulitan, sebab ia percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka yang setia kepada kehendak-Nya.
Dari keyakinan itulah kedua bacaan Kitab Suci hari ini menampilkan keberanian yang lahir dari kepercayaan kepada Allah.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Mengenal Kristus dengan Hati yang Terbuka
Nabi Yeremia tidak membela dirinya, tetapi dengan rendah hati berkata, “Tuhanlah yang mengutus aku menyampaikan segala perkataan yang telah kalian dengar itu. Oleh karena itu perbaikilah tingkah langkah dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara Tuhan, Allahmu.”
Yeremia tidak mewartakan ancaman, melainkan membuka jalan pertobatan agar umat kembali kepada Allah dan mengalami belas kasih-Nya. Demikian pula Yohanes Pembaptis dengan tegas berkata kepada Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias.”
Ia lebih memilih kehilangan nyawa daripada mengkhianati kebenaran. Kesaksian mereka mengingatkan kita bahwa kasih kepada Allah tidak pernah dapat dipisahkan dari keberanian untuk mengatakan yang benar, sekalipun harus menghadapi penolakan.
Betapa sering kita tergoda mengabaikan suara hati demi menjaga kenyamanan, membiarkan ketidakjujuran demi keuntungan, atau memilih diam agar tidak kehilangan penerimaan. Padahal setiap keberanian untuk hidup dalam kebenaran selalu membuka ruang bagi Allah untuk berkarya.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jangan Sampai Mendapat Segalanya, Tetapi Kehilangan Kristus
Dari permenungan ini marilah kita semakin meneguhkan hati untuk mengasihi Allah dan berharap sepenuhnya kepada-Nya. Jangan takut tetap setia pada kebenaran meskipun harus menanggung kesulitan atau kesalahpahaman.
Sebaliknya, peliharalah hati yang jujur, rendah hati, dan peka terhadap suara Allah dalam setiap keputusan.
Semangat Santo Alfonsus mengajarkan kita bahwa semakin dalam kasih kita kepada Allah, semakin teguh pula pengharapan kita kepada-Nya.
Dengan pengharapan seperti itulah kita akan menemukan damai yang tidak bergantung pada keadaan, melainkan bertumpu pada keyakinan bahwa Allah senantiasa menyertai setiap orang yang setia berjalan di dalam kebenaran.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Celaka karena Mukjizat yang Gagal Dikenali
Petikan BUSA-H #01/08/2026
”Semakin seseorang mengasihi Allah, semakin besar pengharapannya kepada-Nya, sebab kasih yang sejati selalu melahirkan keberanian untuk tetap setia pada kebenaran.”
”Kebenaran memang tidak selalu membawa kita ke jalan yang mudah, tetapi selalu menuntun kita kepada jalan yang dikehendaki Allah.”
”Orang yang tetap setia kepada kebenaran tidak pernah berjalan sendirian, sebab Allah sendiri menyertai setiap langkah yang diambil demi kehendak-Nya.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Pedang yang Menyelamatkan
”Damai yang sejati tidak lahir dari hidup yang bebas dari kesulitan, melainkan dari hati yang tetap berharap kepada Allah dan tidak pernah berkompromi dengan kebenaran.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@





