Diminta Bungkam Ulat, Muncul Sayur Buah Pepaya MBG di SDK Nangalimang
MAUMERE,dewadet.com-Keluhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berulang dikeluhkan para murid dan kepala sekolah tak pernah digubris oleh pengelola dapur.
Semula ada mereka diminta oleh pengelola supaya bungkam menu MBG berulat yang ditemukan pada 25 Februari 2026. Kini berulang lagi dengan menu sayur buah papaya yang keras sehingga dibuang oleh penerima program murid SDK Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala SDK Nangalimang, Margareta Yuhani, Selasa, 14 April 2026 mengeluhkan kondisi menu MBG yang diterima oleh 93 murid dan 10 orang guru sangat berbeda dibandingkan dengan menu MBG yang didapat penerima lain disediakan oleh dapur yang lain. Jatah menu tersebut disediakan oleh Dapur 04 di Kota Maumere.
“Saya sering saksikan bahkan juga merasakan menu MBG disajikan di sekolah yang lain, ternyata menu yang dibagikan di sekolah lain lebih lain bagus dari yang kami terima. Padahal dana program ini besar sekali,” kata Margareta.
Kejadian semula, kata dia, pada 24 Februari 2026 ditemukan ulat di dalam menu yang diterima murid kelas III dan Kelas VI. Keluhan itu memaksa pihak dapur datang minta maaf atas kesalahan, dan berjanji memperbaikinya. Mereka minta pihak sekolah supaya tidak bersuara keluar.
“Foto dokumentasi menu berulat kami masih simpan,” kata Margareta memperlihatkan kembali menu makan berulat tersebut pada Selasa pagi.
Kejadianya berulang lagi Senin,13 Maret 2026. Para penerima disajikan sayur buah pepaya masih berwarna putih. Banyak murid tidak memakannya, karena tampaknya sama sekali mengundang selera makan.
Lauk telur orek, sepotong tempe goreng serta buah-buahan berupa sepotong buah pir yang terasa bau.
“Saya marah sekali, sehingga saya taruh di faceboook. Anak-anak kami dikasih makan sayur buah papaya diiris, warnanya tampak putih. Anak-anak kami mungkin di rumah dikasih makan juga sayur buah papaya, tetapi diolah lebih baik,sehingga menimbulkan selera makan. Akhirnya sayurnya dibawa pulang oleh para guru mungkin beri makan babi,” kata Margareta.
Sementara lauknya merupakan telur orek, itu pun baunya sangat menyengat.
Sedangkan menu makan hari Selasa, 14 April 2026 berupa nasi putih, sayur terdiri dari potongan kacang panjang dicampur buah labu, sepotong tipis tempe goreng berwarna coklat kehitaman, sepotong kecil ayam goreng, dan satu buah salak.
Ia mengaku heran sajian sayuran wajib yang disajikan hanya berganti hari. Ada hari sayur labu jepang dicampur wortel, sayur manis, kacang panjang, atau jagung manis bahkan sampai buah papaya diiris.
Bahkan mereka juga dibagikan ubi kayu goreng yang sangat keras. Anak-anak dan guru yang menerima memprotesnya kenapa disajikan ubi kayu yang keras.
“Petugasnya bilang seharusnya disajikan ubi talas, katanya tidak tersedia di pasar Padahal kalau ubi kayu mentah direbus dulu baru digoreng terasa lebih lembut. Tapi tidak dilakukan mereka,” keluh Margareta.
Anggota DPRD Sikka, Alfonsus Ambrosius, juga menerima keluhan guru dan foto menu MBG dengan sayur buah papaya dibagikan di SDK Nangalamang.
“Menu MBG di SDK Nangalimang sudah dikeluhkan berulangkali, tapi rupanya tidak ditanggapi. Terakhir ini sayur buah pepaya diiris warnanya masih putih,” kata Oni, sapaannya, Selasa pagi. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





