Empat Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Sikka Ditunda
MAUMERE,Dewadet.com-Pembangunan empat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangguhkan karena lokasi proyek tersebut masuk dalam kawasan Taman Wisata Alam Laut Teluk (TWAL) Maumere.
Keempat lokasi tersebut yakni Nanghale di Kecamatan Talibura di daratan Pulau Flores, sedangkan Kojagete, Perumaan, dan Gunung Sari berada di pulau-pulau kecil dalam kawasan TWAL. Peletakan batu pertama seharusnya dilaksanaka pada hari Kamis di Kogete mewakili tiga lokasinya.
“Pembatalan peletakan batu pertama karena proses izinya belum selesai. Lokasinya berada di kawasan konservasi,” kata Malik Bakhtiar, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Kamis siang 15 Oktober 2026 di kantornya.
Dikatakannya, penundaan dilakukan atas permintaan kementerian terkait. Namun ia menegaskan bukan membatalan total pembangunan di keempat lokasi tersebut.
Baca juga:Kampung Nelayan Nangahure, Wabup Sikka: Tidak Ganggu Lapangan Bola
Pemerintah Kabupaten Sikka, kata Malik, telah mengajukan surat permohonan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan agar memindahkan lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih terutama dermaga tambatan perahu supaya berada di luar kawasan.
Waktu pengerjaan proyek ini harus selesai sebelum tahun anggaran 2026 dari 1.000 kampung nelayan tersebar di seluruh Indonesia. Tapi dia berharap bila empat lokasi ditunda pengerjaanya diluncurkan lagi pada tahun 2027, sebab tahun 2026 dialokasikan 1.000 unit.
Pada hari Selasa, 12 Oktober 2026, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago meletakan batu pertama proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Kecamatan Alo Barat, dan Kampung Nelayan Lowolabo di Kecamatan Paga.
Pembangunan tujuh kampung nelayan di Sikka didanai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI senilai Rp 36 miliar. Selain lokasi Kampung Nangahale, nilai proyek dari enam lokasi lainnya berkisar Rp 4 milai sampai Rp 5 miliar. *





