Evandiktus, Ubah Potongan Bambu Bernilai Uang

Evendiktus Eligius menjual kerajinan bambu di arena Festtival Jelajah Maumere, Lapangan Kota Baru, Jumat malam 19 September 2025. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Potongan-potongan bambu kering banyak  dibuang di halaman rumah-rumah warga di kampung di Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Sebagian warga menggunakannya menjadi kayu bakar di tungku api, ada pula yang membakarnya menganggap sampah yang mesti disingkirkan.

Pengalaman sehari-hari Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae terus mengusik benak Evendiktus Eligius. Ketika menjalani pendidikan pada bangku perguruan tinggi dan akan menyelesaikan tugas akhir pada jurusan Teknik Arsitektur di Fakultas Teknik Unversitas Widya Mandira Kupang pada 2018, Even, namanya disapa mengubah garapan skripsinya tentang bambu.

“Sebenarnya dari  jurusan pendidikan saya, setelah tamat kuliah, kerja saya menyiapkan gambar (rumah). Tapi saya tidak lakukan itu,” kata Even, Jumat malam 19 September 2025 di Lapangan Kota Baru Maumere.

Menekuni kerajinan bambu selepas kuliah akhirnya menjadi ketetapan Evan. Mulai membangun gasebo hingga membuat berbagai asesoris rumah tangga, hotel dan cafe seperti gantungan lampu, ulang-alik, rakm dan tas dari tali lontar mengunakan bambu..

Baca juga:Nasi Tiwul, Lawar dan Sate Pepaya, Makanan Lokal di Festival Jelajah Maumere

Even bersyukur bisa menjajakan karyanya di Festival Jelajah Maumere (FMJ) 2025. Ia menampilkan ulang-alik, hiasan lampu gantung, tas tali lontar dan rak bambu. Beberapa pengunjung tertarik dan membelinya.

Sebelumnya ada FJM,  Evan menjual karyanya di arena Car Free Night diadakan setiap Sabtu malam di Jalan El Tari Kota Maumere. Dia juga mengirim kerajinan dijual di Kupang yang telah banyak peminatnya

“Pilihan saya gunakan bambu sederhana saja. Bahan lokal ini banyak tersedia dan dibuang-buang. Bambu hiasan lampu dan ulang-aklik sebenarnya sisa-sisa potongan bambu digunakan buat masak di tungku api, Saya mengubahnya bernilai uang,” kata Even.

Pengalamanya membangun gasebo milik salah satu warga di Nunhila,  Kota Kupang diakui Even menjadi pengalaman berharga.Ia menawarkan kemampuan membuat gasebo.

Baca juga:Wisatawan Prancis Terpikat Tarian Daerah dan Tenun Ikat di Festival Jelajah Maumere

Ia mengatakan, supaya produk kerajinan bambu awet dan tahan lama, bahan mentah bambu harus diproses terlebih dahulu. Potongan bambu kering dimasak atau diuapkan, sedangkan bambu mentah dipanggang. Tak jarang, Even gunakan bekas penyulingan tuak  putih menjadi moke, minuman keras lokal di Sikka.

Bernuang di bawah bendera usaha Evend Design and Craftt, Ia melayani pembuatan gasebo.Banyak memang yang terarik memilikinya.

Even menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka menyelenggarakan FJM 2025. Dia menyarankan event-event serupa terus digalakan yang dinilainya bisa menghidupkan usaha-usaha kecil masyarakat. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan