Wisatawan Prancis Terpikat Tarian Daerah dan Tenun Ikat di Festival Jelajah Maumere

Wisatawan Prancis, Lui dan Maure menyaksikan tarian di Festival Jelajah Maumere, Jumat malam 19 September 2025 di Lapangan Kota Baru, Kota Maumere, Pulau Flores. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Pementasan musik dan tarian-tarian tradisional yang dbawakan berbagai sanggar dalam Festival Jelajah Maumere (FMJ) 2025, Jumat malam 19 September 2025 memikat hati wisatawan asal Prancis, Lui dan Maure.

Lelah menempuh perjalanan dari Ruteng ke Maumere, pasangan muda ini melepas penat menyaksikan lenggak-lenggok di panggung hiburan di Lapangan Kota Baru, Kota Maumere.

Melalui penerjemahnya Paulus Gusti, Lui dan Maure mengakui tarian dan busana tenun adat yang ditampilkan para siswa sangat indah dan menarik.

“Sangat bagus, indah. Sarung dan tariannya,” puji Lui dibenarkan Maure.

Baca juga: Siap-Siap!Festival Jelajah Maumere Usung Tema Wini Ronan, Lumbung Benih

Gusti menemani keduanya dalam tour di Flores menambahkan Lui dan Maure sudah hari keempat berada di Flores. Setelah dua hari menghabiskan waktunya di Labuan Bajo, keduanya wisata ke Ruteng dan meneruskan perjalanan ke Maumere.

“Mereka akan menyewa sepeda motor, sehingga bisa kunjungi banyak tempat wisata di Kabupaten Sikka,” kata Gusti.

Gusti telah empat tahun menjalani profesi tour guide (pemandu wisata) hanya fokus kepada wisatawan asal Prancis atau dari negara-negara bekas jajahan Prancis. Pergaulan itu pula membuatnya tahu banyak tentang minat wisatawan Prancis kepada budaya dan tradisi warga di daerah yang dikunjunginya.

“Dari cerita dengan para wisatawan asal Prancis, mereka menyatakan liburan di Bali lebih singkat, karena sudah banyak hal-hal modern yang masuk ke Bali. Mereka akan pindah ke Labuan Bajo dan dan seluruh Flores,” kata Gusti.”

Baca juga:Sampah Plastik Berserakan Usai Pembukaan FJM, Kadis Lingkungan Hidup: Tanggungjawab Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

“Ketika kami lewat di jalan menuju penginapan dan lihat ada festival, kami singgah untuk nonton dulu. Lui dan Maure menikmatinya. Mereka,” ujar Gusti.

Saking seringnya memandu wisatawan Prancis, Gusti sangat fasih Bahasa Prancis daripada Bahasa Inggris. Pria tak tamat sekolah menengah pertama ini mengaku hanya fasih bicara, tapi tidak bisa menulis mengunakan Bahasa Prancis. *

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan