Gempa Susulan Diprediksi Meluruh dalam Dua sampai Tiga Minggu

Petugas SAR mengevakuasi korban di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say Maumere, Sabtu 15 Agustus 2026. (dok Kantor SAR Maumere).

MAUMERE,dewadet.com-Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMGK) menyatakan gempa susulan diprediksi akan mengalami peluruhan atau penurunan yang sifnifikan pada dua sampai tiga minggu mendatang pasca gempa utama  pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 Wita.

Menurut BMKG, sampai Minggu (16/8/2026) pukul 02.00 Wita, gempa bumi susulan mencapai 611 kali.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam siaran pers Minggu, 16 Agustus 2026 mengatakan berdasarkan histori dan karakteristik wilayah tersebut, proses stabilisasi sesar membutuhkan interval waktu tertentu sebelum aktivitas seismik benar-benar kembali normal.

“BMKG mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar dua sampai tiga minggu sebagaimana pola rekaman gempa bumi merusak di Maluku Utara sebelumnya,” ujar Faisal.

Baca juga: Gempa Flores: Perayaan Proklamasi RI Dibatalkan

Sebelumnya, BMKG mengonfirmasi pemutakhiran data gempa bumi tektonik dangkal tersebut menjadi M7,7 dengan kedalaman 15 km.

Faisal menjelaskan bahwa gempa bumi ini tergolong jenis gempa bumi dangkal yang timbul akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust).

Secara histori, jelasnya, struktur Flores Back Arc Thrust menyimpan rekam jejak gempa merusak yang panjang, termasuk gempa M7,8 pada kedalaman 28 km yang melanda kawasan tersebut pada tahun 1992.

Bedanya, kata Faisal, gempa kali ini berpusat pada kedalaman yang jauh lebih dangkal (15 Km). Karena itu berdampak pada kerusakan fisik yang relatif berat pada bangunan infrastruktur serta memicu tsunami yang tero bservasi hingga pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Baca juga:Korban Gempa Flores Bertambah Jadi 38 Orang

Diberitakan sebelumnya gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau pukul 05.58 WITA  berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan