GMNI Sikka: Kunjungan Wapres Hanya Pencitraan, Tanpa Arah dan Tidak Menyentuh Akar Persoalan
MAUMERE, dewadet.com-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (CMNI) Cabang Maumere menyatakan kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Kabupaten Sikka, Selasa 6 Mei 2025, hanya pencitraan, tanpa arah dan tidak menyentuh akar persoalan rakyat.
Ketua DPC GMNI Sikka, Yohanes Maro, dalam pernyataan Senin, 5 Mei 2025 dikirim ke berbagai media di Maumere, mengatakan seharusnya kunjungan itu menjadi momentum penting bagi rakyat menyuarakan berbagai persoalan struktural yang selama ini diabaikan pemerintah pusat.
Agenda semula, Wapres meninjau Bendungan Napun Gete dan Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, namun batal tidak dilakukan tanpa penjelasan.
GMNI Sikka menyatakan kekecewaan mendalam atas pembatalan ini. Tanpa mengunjungi Napun Gete dan UNIPA adalah kunjungan tanpa makna substantif. Ini menunjukkan bahwa kunjungan Wakil Presiden lebih diarahkan pada pencitraan politik ketimbang menyentuh akar persoalan rakyat.
Baca Juga: Wapres Gibran Rakabuming Kunjungi Sikka Tiga Jam
UNIPA, bunyi pernyataan GMNI bukan sekadar kampus swasta, tetapi simbol perjuangan masyarakat Flores dan NTT menuntut keadilan pendidikan.
Sejak didirikan 2005, seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah dan Yayasan telah mengupayakan penegerian kampus ini. Bahkan, pada 2021, Presiden Joko Widodo telah menerima langsung aspirasi ini saat meresmikan Bendungan Napun Gete.
Tapi hingga kini, tidak ada progres berarti. Ketidakhadiran Wapres di UNIPA menunjukkan minimnya komitmen untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia Timur. Kami mempertanyakan: apakah pendidikan tinggi murah dan bermutu di flores bukan prioritas negara?
Baca Juga: Danrem Wirasakti Ajak Warga Hargai Tamu, Jangan Bikin Onar, Jelang Kunjungan Wapres ke Sikka
Sedangkan Bendungan Napun Gete, dibangun dengan anggaran Rp 880 miliar dan diresmikan Presiden Jokowi pada 2021, kini menjadi monumen kemunafikan pembangunan.
Warga sekitar bendungan, di Dusun Denak berjalan 3 Km demi mendapatkan air minum. Apa gunanya bendungan megah jika airnya tak sampai ke keran rumah rakyat?
Wakil Presiden seharusnya hadir di sana untuk menyaksikan langsung kegagalan distribusi air dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur ingasi dan air bersih. Dengan tidak mengunjungi lokasi ini, pemerintah pusat terkesan lari dari tanggung jawab. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa




