JAKARTA,dewadet.com-Kebanyakan orang menilai tingkat kekayaan diukur dari penampilan luar, seperti kepemilikan mobil mewah, pakaian bermerek, atau rumah besar. Padahal, kondisi yang sebenarnya tidak selalu mencerminkan hal tersebut.

Dikutip dari CNBC Indonesia, sebuah studi menunjukkan bahwa status sosial dan tingkat kekayaan seseorang juga dapat tercermin dari wajah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology tersebut menyebutkan bahwa ekspresi yang terbentuk sepanjang hidup dapat memengaruhi cara orang lain menilai seseorang.

Peneliti, R-Thora Bjornsdottir mengungkapkan, perbedaan kelas sosial ternyata dapat terbaca dari wajah seseorang, bahkan ketika mereka tidak sedang menunjukkan ekspresi tertentu.

Baca juga:BRIN Bidik Pulau Timor Pusat Riset Nasional Pengembangan Energi dan Bahan Bakar

“Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah sering diteliti, tapi penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat terlihat dari wajah,” ujarnya, dikutip dari CNBC Make It.

Penelitian itu menemukan, individu dengan kondisi finansial lebih stabil biasanya memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Hal ini tercermin dalam pola ekspresi wajah yang terbentuk dari waktu ke waktu.

Sebaliknya, mereka yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar cenderung menyimpan ketegangan emosional yang bisa terbaca secara halus.

Dalam studi tersebut, peneliti menggunakan 160 foto hitam putih dengan ekspresi netral yang terdiri dari 80 pria dan 80 perempuan, setengah dari kelas sosial atas, separuh lainnya dari kalangan pekerja. Ketika foto itu ditunjukkan ke responden, mereka diminta menebak status sosial masing-masing subjek.

Baca juga:Bapperida Sikka Raih Penghargaan BRIN

Hasilnya mengejutkan. Sebanyak 68 persen tebakan tepat, jauh lebih tinggi dari peluang acak. Respons juga tetap akurat meskipun foto dipersempit hanya pada bagian mata atau mulut, dan banyak responden tidak sadar bagaimana mereka bisa membaca perbedaan tersebut.

Nicholas O. Rule, salah satu peneliti, menjelaskan, wajah manusia menyimpan pola emosi yang terbentuk sepanjang hidup. Kontraksi otot tertentu yang sering terjadi, misalnya karena stres atau kebahagiaan yang berulang, dapat membentuk garis dan struktur halus pada wajah.

“Persepsi kelas sosial berbasis wajah mungkin memiliki konsekuensi hilir yang penting. Orang-orang berbicara tentang siklus kemiskinan dan ini berpotensi menjadi salah satu penyebabnya,” kata Rule.

Meski demikian, fakta bahwa kebanyakan orang bisa menebak status sosial seseorang hanya dari wajahnya bisa membawa konsekuensi negatif, terutama terkait bias dan penilaian. Misalnya, orang yang memiliki ‘wajah kaya’ sering kali mendapat perlakuan yang lebih baik dari orang.

Baca juga:Tahanan Lapas Tanjung Gusta Medan Kendalikan Jaringan Narkotika ke NTT

“Persepsi berbasis wajah tentang kelas sosial mungkin memiliki konsekuensi yang penting. Kita tahu ada yang disebut siklus kemiskinan dan ini berpotensi menjadi salah satu kontributornya,” kata Rule.*

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan