Jacob Herin dari Maumere Luncurkan Buku di Timor Leste, Dipuji Profesor Universitas Charles Darwin

Yacob Herin bersama Profesor Karen dari Univresitas Charles Darwin Australia pada  peluncuran buku Verisimo Dias Quintas di Hotel Timor Plaza,  Rabu 27 Agustus 2025 . (istimewa).

MAUMERE, dewadet.com- Buku Raja Verissimo Dias Quintas, Saya Mati untuk Kemerdekaan yang ditulis Sergio Paulo Dias Quintas, dan sekapur sirih digarap Jakob K Herin, mantan wartawan Suara Timor Timur, dan mantan koresponden harian Jakarta Post, diluncurkan Rabu 27 Agustus 2025 di Hotel Timor Plaza, Dili.

Jakob Herin, dari Maumere, Pulau Flores diundang dalam peluncuran mengatakan buku ini berisi perjuangan rakyat dari Provinsi Timor-Timor, sebelum menang referendum melepaskan diri dari Indonesia membentuk negara merdeka Timor Leste.

Dalam Sekapur Sirih, Perjuangan Melewan Kejahatan Menuju Kemerdekaan, Jacob Herin menulis bahwa membaca buku ini mengingatkan lagi peristiwa 26 tahun silam, ketika Indonesia dipaksa  meninggal Provinsi Timor-Timur yang tumpah ruah dengan banjir darah, pembunuhan, pembakaran, penghancuran fasilitas umum, pun meninggalkan catatan pelanggaran hak asasi manusia. Tetapi sampai hari ini belum ada orang yang menyatakan bertanggungjawab atas  semua peristiwa  itu.

Liurai (Raja) Verssimo Dias Quintas, tulis Yacob. pernah menjadi juru damai antara Komandan Korem 164/Wiradarma Dili. Kolonel Purwanto dengan Xanana Gusmao, di hutan tanggal 1 Februari 1983.

Baca juga:Jeck Herin, Koresponden AP dan Jakarta Post Diganjari Medali Ordem de Timor Leste

Profesor Karen dari Universitas Charles Darwin Australia, yang baru kembali dari Israel mengunjungi pengungsi, memuji tulisan buku ini sangat menarik tentang budaya orang Timor Leste. Kemudian cerita tentang para korban sebagai saksi hidup dan sangat akademis.

“Saya belum pernah membaca buku yang menulis tentang kesulitan nanusia disatu wilyah perang,” kata Profesor Keran, seperti diungkapkan kembali oleh Jacob Herin.

Sementara Cancio Ximenes, wartawan Kantor Berita Timor  Leste, menyebutkan buku ini menjadi suatu saksi sejarah, selama perang banyak terjadi persoalan yang tidak pernah diungkap.

Rektor Universitas Katolik Timor Leste, Juvito de Yesus, menyebutkan buku ini ditulis secara antropologi dan sangat bagus mengulas tentang sejarah masa lalu yang tidak pernah diungkap.

Baca juga:Dunlop Shop Baru Hadir di Kupang dan Perbatasan Timor Leste, Komitmen Dekat Pelanggan

Sedangkan Wakil Perdana Mentri Timor Leste bercerita tentang perjuangan masa lalu sampai mencapai kemerdekaan. *

Penulis: Eugenius Moa

Editor: Eugenius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan