Dari Kakao Bloro, Bromoco Tampil Lagi di Pameran Dagang Indonesia
MAUMERE,dewadet.com-Berbagai produk Bromaco dibuat Unit Pengolahan Hasil KSU Plea Puli yang berasal dari tanaman Kakao petani asal Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Porvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali tampil dalam Trade Expo Indonesia (TEI) di Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 15-18 Oktober 2026.
Petani Kakao di Desa Bloro merupakan salah satu dari sejumlah desa binaan Desa Sejahtera Astra (DSA) di Pulau Flores menjadi Export Champion 2026. TEI 2026 menjadi keikutsertaan yang kedua setelah TEI 2025, dan Mini Expo Singapura yang diundang KBRI Singapura.
Fasilitator DSA, Yovani Francis Yuki, menjelaskan produk unggulan dari Kakao yang ditampilkan dalam TEI 2026 merupakan Speciality Kakao Bean Fermentasi yang telah diolah menjadi Kakao Nib Fermented, Kakao Pasta, Kakao Butter, Kakao Powder, Kakao Bar dan Kakao Candy.
“Semua produknya sangat spesial berasal dari kebun agroforestry petani Desa Bloro. Tanaman Kakao ditanam secara organik dan diolah melalui fermentasi yang benar menghasilkan biji Kakao yang bermutu,” kata Vonny Francis Yuki, Minggu 11 Oktober 2026.
Baca juga:Sekolah Lapang Kakao, Kembalinya Primadona Petani Desa Bloro dari Tanaman Terserang Hama
Penampilan Kakao Bloro dalam TEI 2026, kata Vonny Francis, merupakan ketiga dalam pameran dagang terbesar d Indonesia, akan menempati Booth Bromaco Kakao di Hall 3A No 6 PT Astra International Tbk
Dikatakannya, KSU Plea Puli, DSA Sikka dan Koperasi Rumah Biru Sejahtera selalu siap melayani para pencinta coklat, para pembeli atau buyer, pebisnis makanan dan minuman juga pebisnis kosmetik dari yang berbasis kakao.
TEI tahun 2026 mengusung tema Koteka, singkatan dari Kopi, Teh dan Kakao diselenggarakan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI. Arena ini mempertemukan pembeli dari berbagai negara, Atase perdagangan, ITPC dari seluruh dunia. TEI menjadi ajang pencapaian UMKM yang terbesar di Asia Tenggara.
“Sebelum kami hadir di sana, kami sudah diwawacarai. Produk Bromaco sudah lebih dulu disebar. Kementerian Perdagangan akan pilih bussines matching (pertemuan bisnis terukur pelaku usaha dengan mitra), sehingga kami tahu siapa yang akan kami temui,” kata Vonny Francis.
Baca juga:Owner Perusahaan Kuliner Asal Cina Temui Petani Kakao di Desa Bloro dan Petani Pala di Desa Rubit
Vonny Francis melanjutkan, produk Bromaco akan bussines maching dengan ITPC Beijing, Taiwan, Kairo dan Singapura.
Dengan Cina, kata Vonny Francis, minatnya sejak tahun lalu. Mereka telah membawa contoh Kakao Bloro untuk diuji di laboratorium.
“Mereka suka produknya, semoga dalam TEI 2026 terjadi MoU atau LoI. Singapura sudah pernah dikirimi sampel, sedangkan Kairo dan Taiwan baru pertama pertemuan,” katanya.
Vonny Francis menegaskan, semua produk Bromaco dan produk turunan berasal dari Kakao Bean Fermentasi dan Kakai Nib fermentasi, 100 persen tanpa tambahan bahan apapun.
“Kakao asli. Semua produk ini dibuat dalam unit pengolahan dari KSU Plea Puli oleh orang-orang di desa. Chosik dan juga juga Macoa, sumbernya bahan baku dari Bloro, hanya packingnya,” tegas Vonny Francis.
Dijelaskan Vonny Francis, penetapan Kakao Desa Bloro mengikuti TEI setelah assement oleh Astra Export Champion. Termasuk pendamping DSA juga turut dinilai. Salah satu kriteria penilaian produk dari hulu sampai hilir.
“Bromaco dari Desa Bloro memenuhi semuanya. Dari tanaman sampai jadi hidangan di meja. From fram table,” kata Vonny Francis.*





