Sekolah Lapang Kakao, Kembalinya Primadona Petani Desa Bloro dari Tanaman Terserang Hama
MAUMERE, dewadet.com-Hama penyakit busuk batang dan busuk buah yang menyerang tanaman Kakao di tahun 2021 nyaris membuat Gondo Faustinus patah arang.
Pendapatan semua petani dari tanaman Kakao turun drastis, karena serangan hama, penyakit dan klon pohon Kakao yang tidak tahan serangan hama penyakit tanaman.
Dominan petani terbatas pengetahuan mengenali hama dan penyakit memaksa mereka akhirnya tinggalkan tanaman. Sebagian petani di Kecamatan Nita, 10 Km sebelah barat Kota Maumere terpaksa menebang Kakao dan menanam tanaman alternatif.
Gondo, warga Desa Bloro juga di Kecamatan Nita, rupanya hanya salah satunya petani yang tidak meningggalkan Kakao. Berbagai cara dicobanya secara otodidak hingga berguru ke Sulawesi untuk mendapatkan pengetahuan mengatasi penyakit Kakao yang telah menurunkan produktivitas tanamanya.
Semangat yang gigih dan rasa ingin tahu yang kuat mengantarnya menemukan klon Kakao yang tahan terhadap hama dan penyakit, terbukti cocok ditanam di Desa Bloro.
Inovasi melalui Sekolah Lapang (SL) digalakan pada 2022-2023, rehabilitasi tanaman sekaligus mengatasi hama dan penyakit menemukan solusinya. Metode sambung pucuk dan sambuung samping digalakan Gondo mengembalikan produktivitas Kakao.
Bermula menerapkan inovasi di kebun sendiri, Ama Gondo, nama yang sering disapa di kampungnya juga memotivasi petani lain supaya belajar menekuni Kakao. Dia mengumpulkan para petani terdekat dan membagikan ilmu melalui SL terpadu tanaman kakao. Mereka belajar dan langsung praktek.
Tak hanya merehabilitasi tanaman, Ama Gondo juga mempertahankan pasca panen agar nilai tambah sebagai cikal bakal hilirisasi produk di Desa Bloro. Inovasi bisnis dan diversifikasi produk menggunakan fasilitas terjangkau dan ramah kantong dilihat pemerintah daerah dan membantunya dengan peralatan dan rumah produksi.
Baca juga: Dinas Nakertrans Sikka Fasilitasi Petani Olah Singkong dan Kakao
Inovasi ini menjadi titik balik produktivitas Kakao di Desa Bloro menjadikan Kakao sumber penghidupan utama petani.
Dampak signifikan dari upaya inovasi itu terbukti pada produktivitas lahan kebun Kakao milik Gondo seluas 3,5 ha yang ditanam dengan sistim agro forestry.
“Semua tanaman ditanam di kebun dengan jarak tanam yang teratur menjadi hutan perkebunan. Tanaman ini akan saling melindungi dan menaungi satu sama lain,” terang Ama Gondo.
Inovasi diprakarsainya terlihat hasilnya pada 2023-2024. Produktivitas Kakao naik 100 persen.
Nilai hilirisasi Kakao setelah diolah menjadi berbagai produk turunan pun naik 36-250 persen. Dari Kakao vermentasi organik, pendapatan kebun Kakao juga meningkat. Dampak yang dibuktikan di kebun sendiri menjadi rujukan replikasi bagi petani Kakao yang lain di Desa Bloro.
Baca Juga: Mobil Pikap Tak Kunjung Tiba ke Rumah Warga Desa Wolomotong Kabupaten Sikka
Fasilitator Astra, Yofani Francis Yuki mengikuti sepakterjang Ama Gondo mengakui bahwa inovasi yang dilakukan oleh Ama Gondo telah mengerakan Astra untuk terlibat memperkuatnya.
Dikatakan Vonny Francis, sapaan Yofani Francis, budidaya Kakao melalui SL dengan kurikulum yang dibuat sendiri telah mengajarkan hal penting dan bermanfaat bagi petani menerapkan pengetahuan praktis dan standar operasional prosedur terhadap Kakao.
“Bagi pemerintahan Desa Bloro. Ama Gondo, adalah tokoh, motivator, innovator, dan penggerak bagi petani Kakao. Tanaman Kakao telah kembali menjadi primadona petani,” tukas Vonny Francis. *




