Mama Magdalena Nonton Paulus Gregorius Afrilzal Kibarkan Bendera Pusaka di Televisi Tetangga
MAUMERE,dewadet.com-Waktu yang paling ditunggu pengibaran bendera pusaka Merah Putih pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Minggu 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka Jakarta. Paulus Gregorius Afrizal, satu diantara 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tampil dalam momentum itu.
Afril, sapaan siswa kelas IX SMAK Frater Maumere di Pulau Flores membuat bangga ibunda dan lima orang adiknya di Maumere, Kabupaten Sikka. Tak bisa menonton langsung Afril tampil dalam barisan Paskibraka di Jakarta, bangga dan bahagia tetap dirasakan oleh Magdalena besama anak-anaknya.
Magdalena akan menyaksikan Afril melalui televisi milik tetangga, karena di rumahnya tidak ada televisi.
“Besok pagi saya dengan anak-anak akan nonton di televisi mlik tetangga. Kami belum bisa beli televisi,” kata Magdalena di hubungi Sabtu siang, 16 Agustus 2025.
Baca juga: Berkah Jual Kompor Minyak untuk Periksa Kesehatan, Kisah Paskibraka Nasional dari Maumere
Ia mengatakan pada Sabtu pagi pukul 09.25 Wita menerima panggilan telphon dari Kupang memintanya menyiapkan diri segera berangkat ke Jakarta. Dia menolak ajakan itu karena disampaikan sangat mendadak.
“Tadi pagi mereka minta saya siap berangkat ke Jakarta. Waktunya sangat mendesak, saya tidak bisa berangkat. Saya heran, kenapa tidak disampaikan dari beberapa hari lalu, ” keluh Magdalena.
Afril, anak sulung dari enam bersaudara mungkin bukan seperti kebanyakan peserta Paskibraka lainya. Ayahnya pergi tinggalkan mereka berenam bersama ibunya yang harus banting tulang menanggung beban menghidupi mereka. Ia bersama adik nomor dua, Aditya membantu ibunya menjual nasi kuning, bakso tusuk dan jagung rebus untuk penuhi kebutuhan mereka.
Ketika seleksi nasional tingkat Provinsi NTT di Kupang mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2025 yang diikuti utusan dari 21 kabupaten/kota di NTT untuk menentukan nominasi ke Jakarta. Ternyata, salah satu item pemeriksaan kesehatan Afril rupanya lupa dilingkar oleh petugas kesehatan yang memeriksa sebelumnya, sehingga harus dilakukan pemeriksaan ulang.
Baca juga: Afril, Pengibar Bendera Pusaka Tak Berani Bercita-Cita, Ibunda: Tamat SMA Bisa Cari Sepiring Nasi
“Biaya pemeriksaan Rp 175.000 di Apotik Agradece. Saat itu, kami tidak punya uang sama sekali. Modal kami hanya sebuah kompor Hock 30 sumbu. Saya sampaikan ke Afril, mama akan jual kompor ini,” kisah Magdalena, Selasa siang 12 Agustus 2025 di rumahnya Gang Flamboyan, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere.
Mendengar niat mama menjual kompor yang dibeli Rp 800 ribu tahun lalu untuk usaha jualan makan, Afril tak berkata sepata katapun. Calon pembelianya seorang rekan sang mama,seorang guru domisil di Lorong Garuda, Kelurahan Beru.
“Kompor itu saya jual Rp 700 ribu. Selama ini kami jarang gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, karena terlalu besar,” imbuh Magdalena.
“Saya kasih tahu jujur kepada teman yang guru. Saya jual kompor untuk medical check up Afril,” Magdalena mengenang kembali.
Baca juga: Afrizal dari Sikka dan Merlin asal Alor Wakili NTT Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Merdeka
Dialog singkat Magdalena dengan sang anak yang dijemputnya dari sekolah pukul 14.00 Wita dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor ke rumah.
“Dia tanya. Mama..orang sudah belikah kompor. Saya bilang sudah. Itu saja dia tanyakan. Mama sudah dapat uang? Saya jawab sudah. Itu saja yang ditanyakan. Dia langsung diam. Saya omong, sebentar kita pergi medical check up,” kata Magdalena.
Kompor minyak tanah dijual sang mama mengantar siswa kelas IX SMAK Frater Maumere lolos seleksi nasional Paskibraka. Sejak tanggal 14 Juli 2025, Afril bersama rekan-rekanya dari seluruh Indonesia menjalani pemusatan latihan di Jakarta menyongsong perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Komunikasi Afril sekali dengan mama Magdalena berlangsung sore hari 14 Juli 2025 sebelum semua hanphone dikumpulkan panitia. Semua peserta Paskibraka Nasional akan kembali komunikasi dengan orangtua mereka pada 22 Agustus 2025. *





