Berkah Jual Kompor Minyak untuk Periksa Kesehatan, Kisah Paskibraka Nasional dari Maumere
MAUMERE,dewadet.com-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tanggal 17 Agustus 2025 menjadi momentum paling bersejarah dan berharga bagi masa depan Paulus Gregorius Afrizal.
Tak semua anak SMA atau SMK bisa menembus kesempatan bergengsi setahun sekali. Anak-anak terpilih telah malam membina diri dengan baik yang bisa meraihnya.
Begitu pula Afril, sapaan Paulus Gregorius Afrizal yang menembus Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara Jakarta. Semua mata di Tanah Air akan tertuju ke lapangan upacara pada saat pengibaran bendera yang dipimpin langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, dihadiri oleh semua petinggi negara, sipil dan militer.
Beragam perjuangan anak-anak mencapai barisan pengibar bendera pusaka Merah Putih ini. Tapi, tak banyak yang tahu usaha dan kerja keras mereka dari berbagai latar belakangnya.
Baca juga: Siswa SMAK Frater Maumere Terpilih Kibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara
Afril, kisah ibunda Magdalena Yuliana, tak banyak orang tahu tentang kondisi orang tua, kakak dan adik serta rumah tempat dia tinggal dan keseharianya. Ketika kerja keras dan tekad yang kuat sudah diikrarkan, semua halangan bisa teratasi.
Magdalena, tak pernah mau membuat anak sulung dari enam bersaudara itu kecewa. Semua hal baik demi perjuangan dan masa depan Afril, seberat dan sulit pun akan ditempuhnya.
Ketika seleksi nasional tingkat Provinsi NTT di Kupang mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2025 yang diikuti utusan dari 21 kabupaten/kota di NTT untuk menentukan nominasi ke Jakarta. Ternyata, salah satu item pemeriksaan kesehatan Afril rupanya lupa dilingkar oleh petugas kesehatan yang memeriksa sebelumnya, sehingga harus dilakukan pemeriksaan ulang.
“Biaya pemeriksaan Rp 175.000 di Apotik Agradece. Saat itu, kami tidak punya uang sama sekali. Modal kami hanya sebuah kompor Hock 30 sumbu. Saya sampaikan ke Afril, mama akan jual kompor ini,” kisah Magdalena, Selasa siang 12 Agustus 2025 di rumahnya Gang Flamboyan, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere.
Baca juga: Orang Indonesia Pertama, Siswa SMA Bobol Sistim Keamanan NASA
Mendengar niat mama menjual kompor yang dibeli Rp 800 ribu tahun lalu untuk usaha jualan makan, Afril tak berkata sepata katapun. Calon pembelianya seorang rekan sang mama,seorang guru domisil di Lorong Garuda, Kelurahan Beru.
“Kompor itu saya jual Rp 700 ribu. Selama ini kami jarang gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, karena terlalu besar,” imbuh Magdalena.
“Saya kasih tahu jujur kepada teman yang guru. Saya jual kompor untuk medical check up Afril,” Magdalena mengenang kembali.
Dialog singkat Magdalena dengan sang anak yang dijemputnya dari sekolah pukul 14.00 Wita dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor ke rumah.
Baca juga: Megawati dan Gubran Bercanda, Pengamat Bilang, Jokowi yang Bikin Ruwet
“Dia tanya. Mama..orang sudah belikah kompor. Saya bilang sudah. Itu saja dia tanyakan. Mama sudah dapat uang? Saya jawab sudah. Itu saja yang ditanyakan. Dia langsung diam. Saya omong, sebentar kita pergi medical check up,” kata Magdalena.
Kompor minyak tanah dijual sang mama mengantar siswa kelas IX SMAK Frater Maumere lolos seleksi nasional Paskibraka. Sejak tanggal 14 Juli 2025, Afril bersama rekan-rekanya dari seluruh Indonesia menjalani pemusatan latihan di Jakarta menyongsong perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Komunikasi Afril sekali dengan mama Magdalena berlangsung sore hari 14 Juli 2025 sebelum semua hanphone dikumpulkan panitia. Semua peserta Paskibraka Nasional akan kembali komunikasi dengan orangtua mereka pada 22 Agustus 2025.
“Mereka dikasih waktu 5 menit telpon dengan orangtua. Di telphon, dia hanya sampaikan, mama kami sudah sampai di Jakarta. HP mau dikumpul. Kami hanya dikasih kesempatan telpon orang tua 5 menit. HP dikumpul sampai tanggal 22 Agustus baru bisa komunikasi lagi,” kenang Magdalena.
Dalam percakapan itu, Afril minta doa mama. “ Doa kasih saya ee… Suaranya seperti mau menangis. Saya sampaikan, kau tahu to mama dengan kaadaan bagaimana. Mama pasti mendoakan mama punya anak.”
“Saya juga sampaikan jangan lupa jaga kesehatan. Paling utama jangan lupa sembayang. Jangan kasih tinggal Novena Tiga Kali Salam Maria. Dia rajin Novena Tiga Kali Salam Maria. Saya rasakan, dia punya kekuatan selama ini (doa),” pungkas Magdalena. *





