VATIKAN, dewadet.com-Paus Leo XIV menyampaikan belasungkawa dan solidaritas rohani kepada para korban gempa di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pesan kepada Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD.

Paus mendoakan para korban dan mereka yang terdampak, sementara Gereja Katolik bersama Caritas Indonesia terus memberikan bantuan kemanusiaan.

Pesan belasungkawa itu disampaikan melalui telegram yang ditandatangani Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Tahta Suci, dan dipublikasikan oleh Kantor Pers Tahta Suci pada Senin, 17 Agustus 2026, dalam Buletin No. 0645 dikutip dari Veritas Indonesia.

Paus Leo XIV mengaku sangat berdukacita menerima kabar mengenai kerusakan besar yang ditimbulkan oleh gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca juga:Gempa Flores, Salah Satu Gempa Terbesar di Dunia

Ia menegaskan bahwa Gereja universal hadir dalam doa dan solidaritas bersama mereka yang sedang mengalami penderitaan.

“His Holiness Pope Leo XIV was deeply saddened to learn of the devastation caused by the earthquake in the region of East Nusa Tenggara, and he offers the assurance of his spiritual solidarity and closeness to those suffering the continuing effects of this disaster, particularly for the many displaced and injured,” demikian bunyi telegram tersebut.

Sri Paus sangat berdukacita mendengar kabar tentang kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Beliau juga menyampaikan jaminan solidaritas rohani serta kedekatannya kepada mereka yang masih menanggung dampak bencana, terutama para korban yang mengungsi dan mengalami luka-luka.

Selain menyampaikan dukungan kepada para korban, Paus Leo XIV juga memberikan penghargaan kepada otoritas Gereja, pemerintah, dan berbagai pihak yang terus bekerja memberikan bantuan kemanusiaan.

Gempa Susulan Diprediksi Meluruh dalam Dua sampai Tiga Minggu

Beliau secara khusus mendoakan para petugas darurat yang terlibat dalam proses evakuasi, penyelamatan, dan pemulihan pascabencana.

Bapa Suci juga menitipkan jiwa para korban yang meninggal dunia ke dalam belas kasih Allah Yang Mahakuasa. Ia memohon agar Tuhan menganugerahkan penghiburan bagi keluarga yang berduka serta memberikan kekuatan dan harapan kepada semua orang yang terdampak.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58 Wita menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah di Pulau Flores. Bencana tersebut menewaskan 68 orang,  dan 132 orang luka berat dan luka ringan, merusak rumah-rumah warga dan fasilitas umum, serta memaksa ribuan orang meninggalkan tempat tinggal mereka.

Hingga saat ini, Gereja Katolik setempat bersama Caritas Indonesia, lembaga-lembaga kemanusiaan, serta berbagai elemen masyarakat terus bergerak memberikan bantuan darurat bagi para korban yang membutuhkan. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan