BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jalan Kecil yang Menjangkau Dunia

Patung Bunda Maria Segala Bangsa di Nilo, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Pulau Flores. (ist)

Kamis, 01 Oktober 2026. Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja, Pelindung Karya Misi. Kitab Yesaya 66:10-14c atau 1 Korintus 12:31-13:13; Matius 18:1-5

SAUDARI dan saudara terkasih. Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus yang kita peringati hari ini pernah berkata, “Kepercayaan dan hanya kepercayaanlah yang harus membawa kita kepada Kasih.”

Mendiang Paus Fransiskus melihat kalimat ini sebagai inti spiritualitas Santa Teresia, jalan kecil yang tidak mengandalkan kehebatan diri, tetapi kasih Allah yang selalu menopang manusia. Karena itu, ketika Yesus berkata, “Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga,”

Yesus tidak meminta kita menjadi kekanak-kanakan. Menjadi kecil berarti berhenti merasa diri selalu paling tahu, selalu di depan, paling penting, paling didengar, dan paling menentukan. Anak kecil berani mengulurkan tangan karena ia tahu dirinya membutuhkan orang lain, sedangkan orang dewasa sering menyembunyikan kelemahannya karena ingin terlihat mampu mengurus semuanya sendiri.

Dari hati yang merasa kecil itulah Santa Teresia menemukan sesuatu yang besar, bahwa di hadapan Tuhan yang terutama bukan seberapa besar peran kita, tetapi seberapa besar kasih yang kita berikan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Iman Memberi Arah, Sabda Menuntun Langkah

Paulus menegaskan, “Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar di antaranya adalah kasih.” Perkataan inilah yang menolong Teresia menemukan tempatnya ketika ia merenungkan gambaran Paulus tentang Gereja sebagai satu tubuh dengan banyak anggota dan karunia yang berbeda.

Tidak semua mempunyai tugas yang sama, tetapi semua saling membutuhkan. Teresia sendiri mempunyai kerinduan yang besar. Ia ingin menjadi imam, rasul, misionaris, bahkan martir, tetapi ia sadar bahwa tidak mungkin menjalankan semuanya.

Lalu Paulus menunjukkan kepadanya “jalan yang lebih utama lagi” , yakni kasih, sebab tanpa kasih bahkan karunia yang paling hebat kehilangan nilainya. Di situlah Teresia menemukan tempatnya dalam Gereja. Ia tidak harus menjadi semua anggota, sebab ia dapat menjadi kasih yang menghidupkan seluruh anggota.

Karena itu, ia berseru bahwa panggilannya adalah kasih di jantung Gereja. Maka kasih tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang luar biasa. Kasih menjadi besar ketika kita mengerjakan hal yang tidak diperhatikan, memberi waktu kepada orang yang dianggap tidak penting, melakukan tugas yang tidak membawa nama kita ke depan, dan tetap memberi yang terbaik ketika tidak seorang pun bertepuk tangan.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Mikael Melawan, Gabriel Mewartakan, Rafael Menyembuhkan

Dan justru dari jalan kecil inilah terbuka jalan misi yang besar. Teresia tidak pernah pergi ke tanah misi, tetapi Gereja menetapkannya sebagai pelindung karya misi karena hatinya tidak pernah berhenti membawa orang kepada Kristus melalui doa, pengorbanan, dan kasih.

Inilah paradoks hidupnya, ia tinggal tersembunyi di sebuah biara Karmel, tetapi kasihnya menjangkau dunia. Kita pun tidak perlu menunggu pergi jauh untuk menjadi misionaris, sebab tempat kerja, ruang kelas, dapur, kendaraan umum, telepon genggam, dan perjumpaan sehari-hari adalah wilayah misi ketika melalui kita, seseorang merasa dihargai, dikuatkan, dan didekatkan kepada Tuhan.

Jangan menunggu menjadi besar untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan. Jadilah kecil di tangan-Nya, lalu biarkan kasih-Nya melakukan sesuatu yang besar melalui hidup kita.

Hari ini juga kita membuka Bulan Rosario sepanjang bulan Oktober, bulan ketika bersama Maria kita merenungkan karya keselamatan Allah dalam diri Yesus Kristus dan belajar menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Jika Semuanya dapat Hilang, Apa yang Masih Kita Perebutkan

Butir-butir Rosario yang kecil mengingatkan kita akan jalan kecil Santa Teresia, bahwa kasih yang besar sering dibangun melalui kesetiaan pada hal-hal kecil yang dilakukan bersama Tuhan.

Maka sepanjang bulan ini, biarlah setiap Salam Maria yang kita doakan tidak berhenti di bibir, tetapi membentuk hati yang semakin sederhana untuk percaya, semakin peka dan berani untuk mencintai, dan semakin siap melakukan kehendak Tuhan.

Petikan BUSA-H #01/10/2026

”Jangan takut menjadi kecil di hadapan Tuhan, sebab tangan yang kosong lebih mudah menerima daripada tangan yang sibuk menggenggam kebesaran diri.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Tidak, Ya dan Ya, Tidak: Menyesal Lalu Melangkah

”Dunia sering bertanya seberapa besar peranmu, tetapi Tuhan melihat seberapa besar kasih yang kauletakkan dalam peran sekecil apa pun.”

”Kasih tidak membutuhkan panggung untuk menjadi besar, sebab satu kebaikan yang tersembunyi dapat menjangkau hati yang tidak pernah kita sangka.”

”Jangan menunggu menjadi besar untuk berguna bagi Tuhan, sebab di tangan-Nya hal-hal kecil yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi jalan bagi rahmat untuk menjangkau dunia.”

Tuhan memberkati kita#rd.fd@

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan