Pebalap Garuda Jakarta Borong Empat Gelar Etape Bajawa-Ruteng

Pebalap memacu sepeda dalam lomba balap Tour De EnTeTe etape 9 Bajawa-Ruteng, Sabtu 20 September 2025. (geradus)

RUTENG,dewadet.com-Muhammad Syelhan Nurahmat, pembalap tim  Garuda Development Jakarta memborong empat kategori pada balap sepeda internasional Tour de EnTeTe etape 9 Bajawa-Ruteng, Sabtu, 20 September 2025.

Syelhan menyabet prestasi pembalap Indonesia terbaik etape 9, pembalap muda terbaik etape 9, pembalap Indonesia terbaik klasemen umum sementara dan pembalap muda terbaik klasemen umum sementara. Syelhan juga berhak memakai jersy merah dan putih serta uang tunai Rp 12 juta.

Ia mengatakan rahasia sukses yang paling penting adalah kerja sama tim, percaya diri dan menjaga stamina, terutama saat memasuki tanjakan (KOM).  Etape 9 dengan tanjakan sepanjang 30 kilometer di Golo Mongkok, Kabupaten Manggarai Timur.

Dari jersy putih dan merah, Shelyan mengaku akan memakai yang merah pada etape 10 Ruteng-Labuan Bajo sebagai hari terakhir dan finish lomba balap sepeda Tour de EnTeTe.Shelyan bertekad tetap mempertahankan prestasinya sampai hari terakhir, jika didukung tim, lintasan dan suport penonton.

Baca juga:Tarian Ja’i Sambut Finish Tour De EnTeTe di Bajawa

Pemakaian jersy dan penyerahan hadiah empat prestasi Shelyan dilakukan Kapolres Manggarai untuk Best Indonesian Rider Stage 9, Kajari Manggarai untuk Young Rider Classification stage 9, Best Indonesian  Rider Classification oleh Plh. Sekda dan Kadis Pariwisata Manggarai Young Rider Classification oleh Ketua Pengadilan Negeri Ruteng.

Sedangkan juara etape 9 disabet oleh Youcef Requiqui dari Madar Pro Cyciling Aljazair. Youcef berhak atas jersy hijau dan uang tunai Rp 12.500.000 diserahkan oleh Bupati Manggarai, Heribertus Geradus Laju Nabit. Juara 2 diraih Louis Buffin dari tim Kronospeed Paris, Perancis dan berhak mendapat uang tunai Rp 8.000.000 diserahkan oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu dan juara 3  disabet oleh  Matej Drinovec dan berhak mendapat hadiah uang tunai Rp 5.000.000 diserahkan oleh Ketua DPRD Manggarai.

Kategori Raja Tanjakan masih dipertahankan oleh Joseph Babaan Javiniar, pembalap 7 Eleven CLIQ dari Filipina yang pada etape menggeser posisi Muhammad Herlangga dari Nusantara BYC  yang sukses sebagai raja tanjakan etape1-7 , Timor dan Sumba. Joseph berhak mendapat jersy polkadot (putih bintik merah) dan uang tunai Rp 3.000.000 diserahkan oleh Danki Brimob dan Asisten II Setda Manggarai.

Sedangkan point classification (pengumpul point terbanyak) pada etape 9 dan berhak mendapat jersy hijau dan uang tunai Rp 3 juta diserahkan oleh Kadis Pora NTT dan Kepala Kantor Cabang Bank NTT. Sedangkan juara umum klasemen sementaara (General Classification) masih dipertahankan oleh Louis  Buffin, pemilik nomor punggung 72 dan berhak memakai jersy kuning dan uang tunai Rp 5.000.000 diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manggarai dalam acara yang gegap gempita di halaman kantor Bupati Manggarai, Ruteng.

Baca juga:Tour De EnTeTe Donasi Rp 109,6 Juta untuk Korban Banjir Mauponggo

Etape 9 hari ini melintasi rute yang cukup menantang mulai dari tikungan tajam berkelok-kelok Bajawa-Aimere hingga tanjakan Borong (64 Mdpl) menuju Ranamese dengan ketinggian titik puncak mencapai 1.336 Mdpl. dengan jarak tempuh 135 kilometer.

Pada etape ini 30 kilometer  tanjakan  di Golo Mongkok menjadi tanjakan King of Mountain (KOM) yang melelahkan para pembalap. Namun semua diselesaikan dengan baik tanpa insiden yang luar biasa hingga finish di halaman Kantor Bupati Manggarai

Perlu Pembenahan

Race Director (Direktur Lomba), Sondi Sampurno menilai lomba etape 1-9  berjalan lancar. Meski masih terdapat kekurangan, itu dapat dimaklumi karena ini event pertama dan belum mengambil point UCI (Union Cycliste Internationale).

Baca juga:Riders Tour De EnTeTe Jejakan Kaki di Flores, Usai Balap Ke Danau Kelimutu

Lanjut Sondi, secara teknis baik, ditandai dengan kelancaran acara dan tidak ada insiden yang fatal. Kalaupun ada yang perlu diperbaiki, yang terlihat adalah pemilihan lokasi star dan finish .

Dia mencontohkan star di depan rumah jabatan Wakil Bupati Ende yang lokasinya sempit sehingga pembalap tidak leluasa berpacu dan masyarakat tidak dapat menonton dengan penuh sukacita.

Demikian juga finish di halaman Kantor Bupati Manggarai, memilih jalan menurun. Seharusnya flet atau rata, jika perlu sedikit tanjakan sehingga seru, pembalap lebih leluasa berselebrasi dan penonton juga leluasa memberikan apresiasi dengan aneka ekpresi.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan