Pemkab Sikka Distribusi 10 Ribu Lembar Seng untuk Korban Erupsi Lewotobi, 23 Ribu Lembar Belum Dikirim BNPB
MAUMERE, dewadet,com-Pemerintah Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mendistribusikan 10.000 lembar seng bantuan kepada warganya yang rumahnya terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur.
Dampak letusan gunung api terletak tak jauh dari perbatasan antara Kabupaten Flores Timur di Kecamatan Wulanggitang dengan Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka juga merusak banyak rumah warga.
“Saat itu banyak sekali masyarakat yang terdampak terutama atap seng rumah, sehingga kami mengusulkan bantuan 33 ribu lembar seng kepada BNPB. Verifikasi dilaksanakan bersama oleh BPNP dan tim dari Kabupaten Sikka. Pendataan terakhir di akhir bulan Desember,” kata Pelaksana tugas (Plt) Sekda Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, kepada wartawan, Selasa 25 Agustus 2026 di Posko Penanggulangan Gempa Flores di Kantor BPBD Sikka.
Erupsi Gunung Lewotobi berlangsung bersamaan dengan musim hujan yang telah merusak atap rumah warga. Saat itu, mereka sangat membutuhkan seng.
Baca juga:Air Permukaan Terkontaminasi Kromium Letusan Gunung Lewotobi, Warga Talibura Waspada
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) BNPB mendorong 10 ribu lembar dari hunian sementara (Huntara) Lewotobi di Kabupaten Flores Timur ke Sikka.
“Seng dikirim jenis BJL 0,2 mm. Kami lalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat penerima. Sebanyak 10 ribu lembar seng itu sudah didistribusikan. Berita acara penyebaran 10 ribu lembar seng itu sedang kami finalkan,” jelas Femmy Bapa, sapaanya.
“Dari pendataan yang dilakukan kebutuhan seng 33 ribu lembar, dan kekurangan 23 ribu lembar seng, kami laporkan kepada BNPB untuk dikirim lagi,” Femmy menambahkan.
Femmy menjabat Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Sikka menegaskan tidak terjadi penumpukan seng di gudang Pemkab Sikka maupun gudang BPBD Sikka.
Baca juga:Kamis Dini Hari sampai Siang, Gunung Lewotobi Laki-Laki Empat Kali Erupsi
Dikatakan Femmy, ia juga akan meminta Posko Penanggulangan Erupsi Gunung Lewotobi dipusatkan di Waitege membuat kembali pola distribusi seng kepada warga.
“Selengkapnya akan kami laporkan sebagai pertanggunganjawab kami Sisanya 23 ribu kami minta lagi. Tapi, jawabanya, diminta menunggu,” ujar Femmy.
Sebagaimana diketahui Erupsi Gunung Lewotobi sejak bulan Desember 2024 masih terus berlangsung sampai saat ini. Erupsi besar pertama menewaskan belasan korban manusia, merusak ribuan rumah warga dan fasilitas umum . Warga berdomisili dalam radius terdekat dengan gunung api tersebut telah direlokasi ke lokasi lainya. *
Ketua Satgas Penaggulangan Gempa Kabupaten Sikka, Femmy Bapa. (dewadet.com/eginius moa).





