Sembilan PMI NTT Pulang dalam Peti, Kabupaten Sikka Terima Tiga Peti
MAUMERE,dewadet.com-Kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris berlangsung setiap hari.
Sampaii hari ke-13 bulan Januari 2026, tercatat sembilan orang PMI asal Provinsi NTT pulang kampung dalam rupa peti mati. Tiga orang diantaranya PMI asal Kabupaten Sikka, Pulau Flores.
Hari ini, Selasa 13 Januari 2026 pukul 14.10 Wita, jenazah Korbinianus Kupok (54) tiba Bandara El Tari Kupang dengan pesawat Lion Air JT 694. Pria asal Kampung Nitakloang, Desa Kopong, Kecamatan Kewapante telah 10 tahun bekerja di Malaysia. Jenazahanya disemamkan di Biara PI Nasipanaf, Penfui Kupang.
Sedangkan, hari Senin, 12 Januari 2026, jasad Gabriel Palu asal Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat, tiba di Kupang, diurus Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTT, Komunitas Kita Bersaudara Maumere (KKBM) Kupang, dan Suster Laurentia dari PI Nasipanaf Penfui.
Baca juga:NTT Sambut Dua Peti Jenasah PMI di Awal 2026, Seorang Asal Kabupaten Sikka dan Belu
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Verdi Lepe membenarkan kematian tiga orang PMI pada awal tahun 2026.
“Saat ini ada dua jenazah disemayamkan di Kupang. Satu orang datang kemarin, dan satu datang hari ini. Jenazah pertama tiba di Maumere, Jumat, 9 Januari 2026,” kata Verdi Lepe, dihubungi Selasa sore.
Verdi Lepe menerangkan, jasad Korbinianus Kupang, akan tiba di Maumere, Rabu 14 Januari 2026 dengan pesawat Nam. Sedangkan jasad Gabriel Palu baru diberangkatkan hari Kamis dengan KM Awu turun di Ende.
Sekjen KKBM Kupang, Fidelis Nogor mengatakan kedua jenazah yang tidak memiliki sanak famili di Kupang disemayamkan di Biara PI Panfui Kupang. KKBM bersama para suster Biara PI mengurusnya selama disemayamkan di sana.
Baca juga:Tolong Pikirkan Perda Perlindungan Pekerja Migran, Pesan Wabup Sikka untuk Kadis Nakertrans
“Almahrum Gabriel Palu tidak punya sanak famili di Kupang, sehingga KKBM Kupang turut mengurusnya bersama suster. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka biara susteran menunggu jadwal pemberangkatan ke Maumere pada hari Kamis dengan KM Awu,” kata Fidel Nogor, Senin.
Fidel menambahkan, Gabriel Palu meninggal, Jumat 2 Januari 2026 menderita sakit jantung koroner menurut keterangan dari Rumah Sakit Malaysia..
“Walaupun almahrum Gabriel tidak punya sanak famili di Kupang, diapora Kupang, dengan segala kekurangan akan mengurus dengan baik sampai pulang ke Maumere,” kata Fidel.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, dimintai tanggapan kematian PMI mengatakan perlindungan terhadap PMI di Sikka sangat lemah karena belum ada payung hukum berupa peraturan daerah (Perda). Dalam pertemuan para kepala dinas tenaga kerja se-NTT tahun lalu di Capa Resort Maumere, dia mendorong pembuatan Perda melindungi para pekerja.
Baca juga:Dicegah Naik Kapal ke Kaltim, Delapan Calon Pekerja Kebun Sawit Nginap di Polres Sikka
“Munculnya kasus berulang harus menjadi perhatian bersama memikirkan perlindungan kepada pekerja kita,” kata Simon, Selasa siang di ruang kerjanya. *





