NTT Sambut Dua Peti Jenasah PMI di Awal 2026, Seorang Asal Kabupaten Sikka dan Belu

Jenazah PMI asal Kabupaten Sikka disemayamkan di  Biara Susteran PI Kupang, Senin 12 Januari 2026. (dok. KKBM Kupang).

MAUMERE,dewadet.com-Duka kembali menghadiri keluarga para pahlawan devisa asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua peti jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sikka, Gabriel Palu, dan Imakulata Bate asal Kabupaten Belu meninggal di Malaysia, Senin pagi (12/1/2026) tiba di Bandara El Tari Kupang.

Keterangan yang diperoleh wartawan dari Komunitas Kita Bersaudara Maumere (KKBM) Kupang, kedua peti jenasah tiba  dengan Pesawat Garuda GA 456 pukul 10. 45 Wita.

PMI asal Belu, Imakulata Bete beralamat di Dusun Fatubesi, RT/RW 001/001 Desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat dijemput sanak keluarganya. Sedangkan Gabriel Palu asal Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat, diurus Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTT,  KKBM Kupang, dan Suster Laurentia dari PI Penfui yang telah lama konsern mengurus PMI.

“Almahrum Gabriel Palu tidak punya sanak famili di Kupang, sehingga KKBM Kupang tergerak mengurusnya bersama suster dan BP2MI. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka biara susteran menunggu jadwal pemberangkatan ke Maumere pada hari Kamis dengan KM Awu,” kata Sekjen KKBM Kupang, Fidel Nogor, dihubungi  Senin siang.

Baca juga:Perempuan Asal Jawa Timur Ditemukan Hidup di dalam Peti Es Batu

Fidel menambahkan, Gabriel Palu meninggal di Malaysia, Jumat 2 Januari 2026 menderita sakit jantung koroner menurut keterangan dari Rumah Sakit Malaysia..

“Walaupun almahrum Gabriel tidak punya sanak famili di Kupang, Diapora Kupang dengan segala kekurangan akan mengurus dengan baik sampai pulang ke Maumere,” kata Fidel.*

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan