Dicegah Naik Kapal ke Kaltim, Delapan Calon Pekerja Kebun Sawit Nginap di Polres Sikka
MAUMEERE,dewadet.com-Delapan orang warga Desa Mamai di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Pulau Flores dijanjikan kerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur dicegah polisi ketika akan menumpang kapal PT Pelni di Pelabuhan Lorens Say, Selasa Malam 4 November 2025. Mereka malah menginap di Potres Sikka menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
Sampai pukul 12.00 Wita, Rabu siang 5 November 2025, delapan pekerja masih berada di teras Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Sikka. Kabarnya, perekrut calon pekerja, disapa Om Jek warga asal Talibura menjanjanjikan pekerjaan dan membiayai perjalanan para pekerja dimintai masih keterangan oleh penyidik.
Kasi Penmas Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga menjanjikan akan memberikan keterangan kepada wartawan penahanan delapan calon pekerja ini setelah mendapatkan penjelasan dari Satuan Reserse dan Kriminalitas.
“Nanti saya akan sampaikan (keterangan),: ujatr Leonardus, Rabu siang di Mapolres Sikka.
Baca juga:Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI: 80 Persen Terpidana Kekerasan Seksual Huni Rutan di Pulau Flores
Arius Wodon Lewu (19), calon pekerja asal Desa Mamai di Kecamatan Talibura, mengatakan dari delapan calon pekerja satu, terdapat sepasang suami-istri dengan seorang balita.
“Kami di sini sejak tadi malam (Selasa malam). Kami mau naik kapal ke Kaltim tapi ditahan polisi. Saya ngantuk sekali,” ujar Arius di teras Satuan Narkoba, Rabu siang.
Alumni SMAN 1 Talibura yang menyelesaikan pendidikan menengah pada April 2025 mengakui membutuhkan pekerjaan. Ditawari bekerja di kebun kepala sawit oleh Om Jeck, Arius senang menerima pekerjaan itu, meski tidak punya modal untuk berangkat Kaltim.
Ia percaya dengan ajakan Om Jeck yang sudah lama menetap di Kalitim, hendak membawa mereka kerja di sana. Yang dia ketahui, baru kali ini Om Jeck datang ke Talibura dan kembali ke Kaltim membawa calon pekerja.
Baca juga:Humerus Andreas Diusul Gantikan Joker Terpidana Perdagangan Orang
“Saya tidak punya uang sewa kapal dan makan selama perjalanan. Semua om Jeck tanggungjawab. Makanya kami mau jalan. Perjanjianya, kalau kami sudah kerja, kami akan bayar kembali uangnya Om Jack,” tutur Arius.
Keberangkatan Arius yang diketahui juga orangtuanya. Namun Arius belum tahu besar upah yang dijanjikan serta jenis pekerjaan yang akan dilakoninya di sana.
“Saya bisa kerja potong rumput atau merawat tanaman. Yang penting saya bisa kerja dan dapat uang,” katanya.*





