Tambak Garam Raksasa di NTT Serap 25 Ribu Tenaga Kerja

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/6/2025). (Kompas.com/elsa catriana)

JAKARTA,dewadet.com-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprediksi pembukaan tambak garam raksasa di Provinisi NTT akan membuka potensi lapangan pekerjaan hingga 25.639 orang dari hulu hingga ke hilir.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta, mengungkapkan bahwa dari angka tersebut mayoritas akan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar tambak. Selain itu, sisanya akan diambil dari lulusan Ocean Institute of Indonesia (OII).

OII merupakan penggabungan seluruh satuan pendidikan tinggi bidang kelautan dan perikanan dan juga merupakan bagian dari komitmen KKP dalam mencetak SDM.

“Dari 25.639 lapangan pekerjaan yang nanti dibuka itu, 600 yang diambil (OII), artinya lebih dari 50 persen masyarakat yang terlibat adalah yang ada di lokasi tersebut atau memiliki lahan di sekitar kawasan itu,” ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Baca Juga: Gubenur NTT Jadi Irup Hari Lahir Pancasila di Ende

“Jadi seluruh masyarakat, tentunya bahkan masyarakat yang memiliki lahan atau masyarakat sekitar kawasan tersebut juga akan terlibat dan akan dilibatkan dalam operasionalisasi dari tambak yang akan dibentuk, dan bukan hanya Kementerian Kelautan saja,” sambungnya.

Untuk diketahui juga, pengembangan tambak garam raksasa di NTT diharapkan menjadi proyek untuk mencapai target swasembada garam pada 2027.

Rencana pengembangan kawasan sentra industri garam nasional di NTT itu terdiri dari 10 zona yang dibagi berdasarkan kondisi topografi dan morfologi Kabupaten Rote Ndao. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, di mana tahap pertama seluas 1.193 hektar akan diproduksi pada tahun 2025, tahap kedua seluas 9.541 hektar diproduksi pada tahun 2026, dan tahap ketiga dilakukan pada tahun 2027 dengan luas 3.135 hektar. (kompas.com)

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan