BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Hidup yang Berakar dalam Kristus
Selasa, 9 September 2025. Hari Biasa Pekan XXIII. Kolose 2:6-15; Lukas 6:12-19
Oleh: RD.Fidelis Dua
SAUDARI dan saudara terkasih. Kita hidup di tengah dunia yang penuh tawaran: ideologi, tren, gaya hidup, bahkan filosofi instan yang katanya bisa membuat hidup lebih bahagia.
Media sosial setiap hari membanjiri kita dengan “kebenaran-kebenaran” baru yang sering hanya berhenti pada ilusi, bukan pada kebenaran sejati. Tak jarang, orang terseret arus pemikiran kosong, kehilangan arah, bahkan tercabut dari akar imannya. Pertanyaannya bagi kita: apakah hidup kita benar-benar berakar dalam Kristus, ataukah sekadar mengikuti arus dunia yang fana?
Rasul Paulus mengingatkan: “Kalian telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu, hiduplah bersatu dengan Dia, berakar dan dibangun di atas Dia, serta bertambah teguh dalam iman.”
Paulus menegaskan bahwa hanya Kristus yang menjadi dasar kokoh hidup kita, bukan filsafat palsu atau ajaran dunia yang menipu. Sebab dalam Kristuslah seluruh kepenuhan Allah hadir, dan melalui Dia kita memperoleh kepenuhan hidup. Artinya, tanpa Kristus kita kosong, rapuh, dan mudah goyah. Dengan Kristus, kita ditopang, diteguhkan, dan dipenuhi dengan syukur.
Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Kelahiran Maria Awal Perjumpaan Baru Allah dengan Umat-Nya
Injil Lukas menyingkapkan hal yang sama dari teladan Yesus sendiri. Sebelum memilih para rasul, Yesus naik ke gunung dan semalam-malaman berdoa. Dari doa itulah lahir keputusan besar: memilih dua belas murid yang kelak akan menjadi pilar Gereja. Doa menjadi sumber kekuatan, dan persekutuan dengan Allah menjadi akar dari setiap keputusan Yesus.
Saudari dan saudara. Kita sering mengambil keputusan hanya dengan kalkulasi logika, perasaan, atau tren, tetapi melupakan akar doa dan persekutuan dengan Allah. Persekutuan itu kita alami di dalam Kristus.
Hari ini kita diingatkan untuk membangun hidup yang sungguh-sungguh berakar dalam Kristus. Itu berarti membangun relasi yang mendalam dengan-Nya, lewat doa, lewat firman, lewat sakramen. Dan seperti para rasul yang dipilih, kita pun dipanggil bukan sekadar untuk menikmati iman secara pribadi, tetapi untuk diutus menghadirkan kasih, membangun harapan, dan menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang haus akan kebenaran.
Maka mari kita membangun hidup yang berakar pada Kristus, tidak sekadar hanya menempel pada iman tradisi tanpa kedalaman. Kita menjadikan doa sumber setiap keputusan penting dalam hidup kita dengan tidak hanya mengandalkan diri sendiri. Sebab berakar dalam Kristus membuat hidup kita kokoh, dan dipilih oleh-Nya membuat kita siap diutus. Dengan Kristus, hidup kita bukan sekadar bertahan, melainkan melimpah dalam syukur, kasih, dan kepenuhan sejati.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Allah Sumber Relasi yang Memerdekakan
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
“Tanpa Kristus hidup kita kosong, dengan Kristus hidup kita penuh syukur, kasih, dan kepenuhan sejati.”
“Berakar dalam Kristus berarti berani mengambil keputusan dengan doa, hidup dengan kasih, dan diutus membawa harapan.”
Tuhan memberkati kita.





