Kamis, 2 Oktober 2025. Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung. Kitab Keluaran 23:20-23a; Matius 18:1-5.10.

Oleh: Rd.Fidelis Dua.

SAUDARI dan saudara terkasih dalam Kristus. Kita percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita berjalan sendirian. Dalam kasih-Nya yang besar, Ia menugaskan para malaikat pelindung bagi kita masing-masing. Tugas mereka sederhana namun agung: melindungi, membimbing, menyertai, dan mendoakan kita di hadapan Allah. Malaikat pelindung bukan sekadar dongeng rohani; mereka adalah utusan Allah yang sungguh nyata, yang namanya terukir dalam sejarah penyelamatan manusia.

Kitab Keluaran hari ini menegaskan janji Allah: “Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.” Betapa indah dan menenangkan! Hidup ini ibarat perjalanan panjang yang penuh tantangan, godaan, bahkan musuh yang tak terlihat.

Namun Allah tidak membiarkan kita sendirian; Ia menaruh malaikat di depan kita, bukan di belakang. Artinya, malaikat itu mendahului kita, menjadi penuntun, penunjuk arah, sekaligus perisai dari bahaya yang menghadang. Untuk itu, jangan keras kepala, dengarkan suara bimbingan Tuhan, karena hanya dengan ketaatanlah kita bisa sampai ke tempat yang telah disediakan Allah.

Dalam Injil, Yesus menyingkapkan sisi lain yang menyentuh hati: “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: malaikat mereka ada di surga dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Kasih yang Besar di Jalan yang Kecil

Ada pesan yang menggugah di sini. Allah menaruh perhatian istimewa pada yang kecil, yang rapuh, yang sering diabaikan dunia. Malaikat pelindung tidak hanya menjaga orang kuat dan berpengaruh; malaikat pelindung terutama melindungi yang lemah, yang kecil, yang tidak berdaya. Maka barangsiapa merendahkan yang kecil, sama saja melawan perhatian Allah sendiri, karena malaikatnya setiap saat “memandang wajah Bapa di surga.”

Saudara-saudari, peringatan para malaikat pelindung hari ini mengingatkan kita bahwa di hadapan Allah, setiap manusia berharga, setiap jiwa istimewa, setiap orang dijaga. Maka, ada dua ajakan kuat bagi kita.

Pertama, berani berjalan dengan iman, karena Allah mengutus malaikat di depan kita. Jangan takut pada jalan hidup yang penuh gelombang, jangan gentar menghadapi rintangan, sebab ada tangan tak terlihat yang menjaga kita.

Kedua, belajarlah menghormati dan melindungi “yang kecil”—anak-anak, orang miskin, mereka yang tersingkir sebab mereka dijaga oleh malaikat yang selalu menatap wajah Bapa. Mengabaikan mereka sama saja menutup telinga terhadap suara Allah.

Baca juga: BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kitab Suci: Lentera di Jalan yang Penuh Penolakan

Saudari dan saudara terkasih. Malaikat pelindung adalah tanda nyata kasih Allah yang tak pernah meninggalkan kita. Di zaman yang penuh kekhawatiran ini, kita diajak untuk percaya: kita tidak pernah berjalan sendirian. Ada utusan Allah yang menjaga setiap langkah, ada cinta Tuhan yang mendahului setiap perjuangan kita.

Karena itu, mari kita berjalan dengan rendah hati, melindungi sesama yang kecil, dan setia mendengarkan suara Allah. Dengan begitu, kita sungguh menapaki jalan yang menuju ke tempat yang telah Allah sediakan, yakni surga, rumah abadi bersama Dia.

Petikan Butiran Sabda hari ini:

“Hidup ini bukan perjalanan seorang diri, sebab ada malaikat Tuhan yang berjalan di depan kita, menuntun menuju kasih yang abadi.”

Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Para Malaikat Jembatan Surga dan Bumi

“Menghormati yang kecil berarti menghormati Allah sendiri, sebab malaikat mereka setiap saat memandang wajah Bapa di surga.”

Tuhan memberkati kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan