Selasa, 30 September 2025. Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja
Nubuat Zakharia 8:20-23; Lukas 9:51-56.
Oleh: Rd.Fideis Dua
SAUDARI-saudara terkasih dalam Kristus. Dalam hidup kita ada saat-saat di mana niat baik tidak selalu disambut dengan kebaikan. Ada kalanya kita ingin membawa kabar gembira, tetapi yang kita terima justru penolakan. Kita ingin mengulurkan tangan, tetapi tangan kita diabaikan. Kita ingin menyalakan lilin pengharapan, tetapi orang lain menutup mata. Inilah realitas keras bahwa tidak semua orang yang kita temui siap membuka hati bagi karya Allah.
Kitab Zakharia hari ini menyingkapkan janji besar bahwa suatu hari banyak bangsa dan suku akan datang mencari Tuhan, dan mereka akan berkata, “Kami mau pergi bersama kamu, sebab kami mendengar bahwa Allah menyertai kamu.”
Gambaran ini penuh harapan meski ada penolakan hari ini, suatu saat akan ada pengakuan bersama, bahkan dari bangsa-bangsa yang asing, bahwa Allah sungguh hidup dan berkarya. Tuhan pada akhirnya akan menjadi tujuan bersama, meski jalan menuju-Nya penuh batu sandungan.
Namun Injil Lukas menampilkan sisi kontras: Yesus yang mengarahkan pandangan ke Yerusalem justru ditolak oleh orang-orang Samaria. Murid-murid-Nya, yang terbakar emosi, ingin memanggil api dari langit.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Para Malaikat Jembatan Surga dan Bumi
Tetapi, Yesus menegur mereka. Pesannya jelas bahwa pewartaan Injil tidak pernah dijalankan dengan kekerasan, melainkan dengan kelembutan dan kesetiaan. Penolakan tidak dihadapi dengan murka, tetapi dengan langkah teguh menuju misi yang lebih besar.
Untuk itu, St. Hieronimus memberi kita kunci: “Ketidaktahuan akan Kitab Suci adalah ketidaktahuan akan Kristus.” Tanpa firman, kita mudah tergoda untuk menjadi murid yang membalas dengan api.
Tetapi dengan firman, kita diingatkan: jalan Yesus adalah jalan salib, jalan sabar, jalan kasih yang tetap berjalan meski ditolak. Kitab Suci menolong kita membaca realitas dengan mata Kristus bahwa penolakan bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju Yerusalem, tempat di mana kasih Allah dinyatakan penuh.
Saudari-saudara, sabda hari ini mengajak kita keluar dari reaksi spontan yang penuh dendam menuju respon iman yang penuh kasih. Ada kalanya dunia tidak ramah kepada kita, bahkan memusuhi kita.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Lazarus di Gerbang Hidup Kita
Namun firman menegaskan bahwa Allah tetap mengarahkan sejarah pada pemenuhan janji-Nya. Maka, jangan pernah berhenti menabur kebaikan, meski hari ini ditolak. Jangan pernah berhenti bersuara, meski hari ini tak didengar. Karena pada waktunya, bangsa-bangsa akan berkata: “Kami mau ikut kamu, sebab Allah besertamu.”
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
”Ketika kita ditolak, jangan lepaskan pandangan kita dari Yerusalem, dari tujuan akhir hidup kita dalam Allah.”
”Kitab Suci adalah lentera yang menolong kita tetap sabar dan setia, bahkan ketika dunia tidak menyambut kita dengan ramah.”
Tuhan memberkati kita.






