BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Para Malaikat Jembatan Surga dan Bumi
Senin, 29 September 2025. Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung
Nubuat Daniel 7:9-10.13.14; Yohanes 1:47-51.
Oleh: Rd. Fudelis Dua.
SAUDARI-saudara terkasih dalam Kristus. Kita mungkin mengira bahwa hidup ini kita jalani dengan kekuatan, akal, dan usaha kita sendiri. Sesungguhnya kita tidak pernah sendiri. Allah mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga, menuntun, dan melindungi kita.
Mereka adalah tanda nyata bahwa kasih Allah senantiasa hadir dalam hidup manusia. Setiap orang beriman ditemani malaikat pelindung; dan dalam pesta hari ini, kita merayakan tiga malaikat agung yang memiliki misi istimewa dalam sejarah keselamatan.
Kitab Daniel menyingkapkan suatu penglihatan surgawi: “Pakaian-Nya putih seperti salju, rambut-Nya bersih seperti bulu domba, takhta-Nya nyala api.”
Gambaran ini melukiskan Allah yang kudus, berdaulat, dan mulia. Dan, dalam kemuliaan itulah, malaikat-malaikat hadir sebagai pelayan dan utusan-Nya. Mereka bukan sekadar makhluk gaib, melainkan tanda bahwa Allah yang transenden berkenan hadir dekat dengan manusia. Kemuliaan Allah yang tak terjangkau menjelma menjadi pendampingan yang nyata melalui malaikat-Nya.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Lazarus di Gerbang Hidup Kita
Injil Yohanes membawa kita lebih dekat lagi. Yesus berkata kepada Natanael: “Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”
Malaikat di sini menjadi jembatan penghubung antara surga dan bumi, antara Allah dan manusia. Dengan kata lain, pusat seluruh karya malaikat bukanlah diri mereka sendiri, melainkan Kristus, Sang Anak Manusia. Dialah tangga Yakub yang sejati, di mana surga terbuka dan Allah menyapa manusia.
Maka, merayakan malaikat agung berarti meneguhkan diri kita kembali: hidup kita selalu berada dalam genggaman Allah, dijaga oleh para malaikat yang melayani karya keselamatan Kristus.
Saudari-saudara, tiga malaikat agung yang kita rayakan hari ini memberikan pesan yang amat aktual. St. Mikael adalah lambang perjuangan melawan kejahatan. Ia mengingatkan kita bahwa iman bukan sekadar kata-kata indah, melainkan keberanian melawan kuasa dosa, korupsi, kebencian, dan segala yang merusak martabat manusia.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Runtuhkan Tembok Pengaman Diri dengan Kasih
Di tengah dunia yang rawan manipulasi dan kekerasan, kita butuh keberanian seperti Mikael untuk berkata: “ Siapakah seperti Allah?”
St. Gabriel adalah pewarta kabar gembira. Ia membawa pesan Allah kepada Maria, dan melalui Maria dunia menerima Sang Juru Selamat. Dalam hidup kita, Gabriel hadir ketika kita memilih menjadi pembawa kabar baik, bukan penyebar gosip, ketakutan, atau pesimisme. Dunia hari ini butuh lebih banyak “Gabriel”: orang-orang yang menyuarakan harapan dan sukacita Injil.
St. Rafael adalah penyembuh. Namanya berarti “Allah menyembuhkan.” Ia menyembuhkan Tobit dari kebutaan. Dunia kita kini penuh dengan luka-luka fisik, luka batin, luka sosial. Kita semua dipanggil menjadi “rafael-rafael kecil” yang membawa penghiburan, doa, dan uluran tangan, sehingga kasih Allah menyembuhkan sesama melalui diri kita.
Maka, saudari-saudara, pesta malaikat agung hari ini bukan sekadar mengenang kisah surgawi. Ini adalah undangan konkret: jadilah pribadi yang berani seperti Mikael, yang membawa kabar baik seperti Gabriel, dan yang menghadirkan penyembuhan seperti Rafael.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian): Kerja Keras yang Melahirkan Kedamaian
Dengan demikian, kita pun mengambil bagian dalam karya besar Allah, yakni membuka jalan bagi Kristus hadir di dunia. Sebab keselamatan bukan hanya janji yang jauh di surga, melainkan pengalaman harian yang nyata ketika kita hidup berani melawan kejahatan, mewartakan kebaikan, dan menghadirkan penyembuhan. Di sanalah malaikat Allah turun naik bukan hanya di langit, tetapi dalam hati kita yang terbuka bagi Kristus.
Petikan Butiran Sabda Allah hari ini:
“Keselamatan bukan sekadar janji jauh di surga, tetapi nyata setiap kali kita berani melawan kejahatan, mewartakan kebaikan, dan menghadirkan penyembuhan.”
”Malaikat tidak hanya turun naik di langit, tetapi bekerja di hati kita yang terbuka bagi Kristus.”
Tuhan memberkati kita.





