Wabup Ngada, Kopdit Obor Mas Berkontribusi bagi Ekonomi Anggota dan Karier Putra-Putri Ngada
BAJAWA,dewadet.com-Apresasi kepada Kopdit Obor Mas terus disampaikan oleh pemerintah daerah kabupaten di Provinsi NTT.
Setelah Pemda Kabupaten Timor Tengah Selatan, giliran Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu memuji kontribusi Kopdit Obor Mas bagi ekonomi anggota dan tempat berkarya bagi putra-putri asal Ngada.
“Kopdit Obor Mas memberi kontribusi luar biasa, membantu perekonomian anggota dan membuka lapangan pekerjaan bagi putra-putri Ngada untuk berkarier,” kata Bernadinus, membuka RAT tingkat midi Kantor Cabang Utama (KCU) Ngada, Sabtu 17 Mei 2025 di Aula PLUT Kabupaten Ngada.
Wabup menitip pesan kepada Kopdit Obor Mas maupun anggota jangan terganggu oleh kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dicanangkan Presiden, Prabowo Subianto. Kopdes akan berkolaborasi dengan koperasi simpan pinjam yang sudah ada termasuk Kopdit Obor Mas.
Baca Juga: Suara Anggota di RAT Tingkat Midi KCP Boawae, Perlu Kantor Pelayanan Kopdit Obor Mas Mauponggo
Menurt Wabup Ngada, Kopdes Merah Putih akan bergerak pada sektor riil sedangkan simpan pinjam kepada koperasi simpan pinjam yang sudah ada saat ini.
Pesan penting juga disampaikan Wabup Ngada kepada anggota agar tahu akan hak dan kewajibannya. “Jangan pinjam habis tidak tahu angsur, dan kalau tidak bisa angsur harus malu,” tegas Bernadinus.
RAT dihadiri 125 utusan Kelompok Sahabat Obor Mas mendorong pendekatan pelayanan kepada anggota dengan pendirian kantor-kantor di wilayah yang jauh dari Bajawa. Pada RAT tingkat mini dibahas usulan dibukanya KCP Golewa dan KCP Aimere.
General Manager Kopdit Obo Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, memberi tantangan agar Kantor Cabang Utama Ngada lebih maju lagi. Kabupaten Ngada merupakan salah satu kabupaten dengan pendapatan asli daerah terbesar di Provinsi NTT.
Baca Juga: Pemda TTS Dorong Anggota Kopdit Obor Mas Manfaatkan KUR
Yanto, sapaan Leonardus Frediyanto mengatakan usulan pendirian kantor masuk akal untuk pendekatan pelayanan, demikian juga usulan dibangun KCU Ngada.
Ia menyampaikan bahwa syarat pendirian gedung KCU minimal memiliki asset Rp 80 miliar, sedangkan aset KCU Ngada baru menyentuh angka Rp 61 miliar lebih.
“Ini tantangan kepada anggota dan juga manajemen, jika tahun ini aset sudah tembus Rp 80 miliar, kita siap letakan batu pertama. Kalau belum bisa diupakayan tahun depan,” kata Yanto.
Permintaan anggota membuka Kantor Kas di Golewa Selatan, Yanto mengatakan untuk sementara dilayani oleh mobil kas keliling membantu transaksi di lapangan.
KCU Ngada mengelola 8.744 anggota, total simpanan saham dan non saham Rp 38.198.-62.273, saldo pinjaman Rp 52868.292.074 dan kekayaan atau aset Rp 61.839.753.612. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





