BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Teguh dalam Iman, Tetap Satu dalam Kasih
Kamis, 21 Mei 2026. Hari Biasa Pekan VII Paskah Novena Roh Kudus hari Ketujuh.
Kisah Para Rasul 22:30.23:6-11; Yohanes 17:20-26.
Oleh: Rd. Fidelis Dua.
SAUDARI dan saudara yang terkasih. Kita hidup pada zaman ketika manusia semakin mudah terhubung, tetapi tidak selalu semakin dekat. Media sosial mempertemukan banyak orang, namun sering kali juga menjadi ruang pertengkaran, perpecahan, dan penghakiman.
Dalam keluarga, lingkungan kerja, komunitas, bahkan dalam hidup menggereja, perbedaan pandangan kerap menjadi alasan untuk saling menjauh. Orang lebih mudah mempertahankan ego daripada membangun persaudaraan dan persatuan.
Di tengah kenyataan itulah Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa untuk tetap setia kepada Allah dan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan, kita membutuhkan kebijaksanaan.
Kebijaksanaan bukan sekadar kecerdasan berpikir atau kemampuan mencari jalan keluar, melainkan hati dan pikiran yang diterangi oleh Tuhan sehingga mampu melihat, memilih, dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Dijaga oleh Sabda, Diutus dalam Kebenaran
Kebijaksanaan seperti inilah yang diajarkan Rasul Paulus kepada umat beriman: tetap teguh memperjuangkan kebenaran tanpa kehilangan arah dan tujuan iman.
Dalam Kisah Para Rasul, Paulus berada di tengah sidang yang dipenuhi pertentangan antara kelompok Saduki dan Farisi. Dengan bijaksana ia menegaskan bahwa dirinya diadili karena pengharapannya akan kebangkitan orang mati.
Sikap Paulus bukan hanya kecerdasan menghadapi situasi atau sekadar strategi untuk menyelamatkan diri, tetapi sebuah penegasan bahwa hidup orang beriman berakar pada harapan akan Allah yang hidup.
Ketika keadaan semakin kacau, Tuhan datang meneguhkan Paulus dengan berkata, “Kuatkan hatimu!” Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa di tengah tekanan, kritik, dan kesulitan hidup, kita tidak perlu takut atau menyerah.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah–Harian) Dari Langit Kemuliaan Menuju Bumi Kesaksian
Harapan kepada Tuhan harus jauh lebih kuat daripada segala tekanan dunia. Keteguhan iman kepada Tuhan itu pada akhirnya harus tampak dalam cara kita membangun relasi dengan sesama.
Pesan Injil hari ini mengajak kita untuk membangun kesatuan yang lahir dari kasih, bukan sekadar keseragaman. Dalam doa-Nya kepada Bapa, Yesus memohon agar semua murid-Nya menjadi satu sebagaimana Dia dan Bapa adalah satu.
Kesatuan yang dimaksud Yesus bukan berarti semua orang harus sama dalam pikiran, karakter, atau cara hidup, tetapi agar mereka dipersatukan oleh kasih Allah. Kasih itulah yang menjadi tanda kehadiran Kristus di dunia.
Sering kali kita lebih mudah memperbesar perbedaan daripada merawat persaudaraan. Padahal, keluarga yang harmonis bukan keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang tetap memilih saling mengampuni.
Baca juga:BUSA-H ( Butiran Sabda Allah-Harian) Dituntun Roh di Tengah Jalan Hidup yang Tak Selalu Jelas
Komunitas yang kuat bukan komunitas tanpa perbedaan, tetapi komunitas yang belajar saling menerima. Dunia tidak akan mengenal Kristus melalui kata-kata kita saja, melainkan melalui kesaksian hidup yang memancarkan persatuan dan kasih.
Saudari dan saudara yang terkasih, pesan Sabda Tuhan hari ini mengajak kita membangun dua hal penting dalam hidup, yakni keteguhan iman dan kesatuan kasih.
Ketika dunia mengajarkan persaingan, egoisme, dan perpecahan, kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang tetap teguh berharap kepada Tuhan serta menjadi pembawa damai bagi sesama. Sebab orang yang sungguh dekat dengan Kristus tidak hanya kuat dalam menghadapi persoalan hidup, tetapi juga mampu mempersatukan hati yang terluka dan menghadirkan kasih di tengah kehidupan yang semakin haus akan persaudaraan.
Dalam perjalanan Novena Roh Kudus pada hari ke tujuh, kita juga diajak untuk membuka hati terhadap karya Roh Kudus yang meneguhkan iman, memurnikan kasih, dan mempersatukan kita sebagai satu keluarga Allah.
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Percikan Harapan di Tengah Kegelapan
Petikan BUSA-H untuk kita:
”Harapan kepada Tuhan harus lebih besar daripada tekanan dunia, sebab hati yang diteguhkan Allah tidak akan mudah dikalahkan oleh keadaan.”
”Kesatuan bukan lahir karena semua orang sama, melainkan karena setiap hati belajar mengasihi, menerima, dan mengampuni.”
”Orang yang sungguh dekat dengan Kristus tidak hanya kuat menghadapi persoalan hidup, tetapi juga mampu menjadi jembatan persaudaraan bagi sesamanya.”
Baca juga:BUSA-H (Butiran Sabda Allah-Harian) Kebenaran yang Melahirkan Kasih
”Roh Kudus tidak hanya menguatkan langkah kita menuju Tuhan, tetapi juga menuntun hati kita untuk saling mendekat satu sama lain.”
Tuhan memberkati kita. #rd.fd@





