MAUMERE,dewadet.com-Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Simon Subandi sulit mewujudkan janji kampanye Pilkada 2024 membangun 20 ribu unit rumah terima kunci. Di dalam rancangan awal (Ranwal) RPJMD Sikka 2025-2029 hanya mengalokasikan 3.068 unit rumah.

Ketua Tim RPJMD Pemkab Sikka, Adrianus Firminus Parera, mengatakan selama lima tahun Pemkab merencanakan membangun 3.068 rumah tidak layak huni dengan kategori miskin ekstrim.

“Kita belum tahu berapa yang rusak berat, sedang, dan ringan. Skemanya diatur Peraturan Bupati,” kata Adrianus Firminus Parera dalam Pansus RPJMD Sikka, Senin 16 Juni 2025 di DPRD Sikka.

Namun, Ketua Pansus RPJMD, Yoseph Karmianto Eri mendorong  Pemkab Sikka memasukkan 20 ribu rumah terima kunci yang dijanjikan Juventus Prima Yoris Kago pada saat kampanye.

Baca juga: Dinas Nakertrans Sikka Fasilitasi Petani Olah Singkong dan Kakao

Politisi Partai Nasdem, Yosef Nong Soni menanyakan alasan Pemkab hanya mengusulkan 3.068 rumah terima kunci, tidak konsisten dengan janji kampanye.

“Waktu kampanye janji 20.000 rumah, ko di Ranwal RPJMD hanya 3.068? Ada apa,” tanya Soni.

Ia menegaskan, 3.068 unit rumah tidak menyentuh harapan masyarakat yang telah memilih Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi. Dia khawatir penerima bantuan adalah orang-orang yang berada di sekeliling Bupati dan Wabup Sikka.

Sony kesal mendengar penjelasan pemerintah memperdengarkan rekamam video kampanye menjanjikan 20.000 rumah.

Baca juga: Bandara Frans Seda Ditutup, Kabupaten Sikka Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki

Ketua Fraksi Partai Nasdem, Alexander Agatho Hasulie, mengatakan siapa yang harus bertanggungjawab perubahan alokasi jumlah rumah ini.

Sebelumnya dalam Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi, Bupati Sikka menjawab pertanyaan tentang program 20.000 rumah terima kunci.

Menurut Bupati Sikka, pembangunan rumah siap huni merupakan program  unggulan untuk menjawabi tujuan RPJMD yakni mewujudkan infrastruktur daerah yang berkelanjutan, tangguh dan mandiri dengan sasaran daerah meningkatnya kualitas dan keterjangkauan aksesibilitas infrastruktur yang merata dan berkelanjutan melalui strategi penataan permukiman dan pengurangan kawasan kumuh inklusif berbasis kolaborasi dan tata ruang.

Sasaran perangkat daerah meningkatnya akses hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan dengan indikator sasaran persentase rumah tangga dengan akses hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan dengan target capaian di tahun 2026 sebesar 76,96 persen dan di tahun 2029 sebesar 78,55 persen.

Baca Juga: Sony dan Diky Raja Kantongi Dukungan 32 Klub Modal Pimpin Askab PSSI Sikka

Jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Sikka sampai dengan tahun 2024 sebanyak 19.627 unit. Berdasarkan pemadanan data dengan data P3KE  jumlah rumah tidak layak huni yang berada di Desil I (miskin ekstrim) 3.068 rumah yang terdiri dari 1.118 rumah berada di wilayah pesisir  pada 15 kecamatan dan 1.950 rumah berada di pedesaan yang tersebar di 20 kecamatan.

Sebanyak 1.118 rumah di pesisir telah diusulkan melalui APBN sesuai permintaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.*

 

Penulis: Eginius Moa

Editor: Eginius Moa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan