Baru Pernah Terjadi PAD Sikka 2025 Melampaui Target 107,28 Persen

Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin. (dewadet.com/eginius moa).

MAUMERE,dewadet.com-Di tengah perekonomian nasional dan daerah yang kurang bergairah, pemerintah Kabupaten Sikka mengukir kemajuan pendapatan asli daerah tahun 2025 melampau target 107,28 persen.

PAD 2025 dipatok Rp 124.083.709.103 terealisasi Rp 133.117.037.769 atau 107,28 persen. Perolehan tersebut naik sangat signifikan dari tahun 2024 Sikka, ditarget Rp 124.083.709.103 realisasi Rp 106.113.600.370 atau 86 persen lebih.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Sikka, Yosef Benyamin, menyampaikanya secara terpisah, Senin, 13 Januari 2026 di Maumere.

“Berapa sumber pendapatan yang belum maksimal seperti pajak makan minum, hotel dan restoran, retribusi parkir akan dioptimalkan. Pengawasanya lebih optimal mencegah kebocoran,” kata Simon.

Baca juga:LPH BPK 2024, PAD Sikka Belum Pertimbangkan Potensi Pendapatan

Simon menegaskan pelibatan tenaga P3K selama sebulan melakukan penagihan pajak memberi hasil yang optimal. Meski banyak pihak yang kontra, padahal pelibatan itu merupakan hal positif. “Tahun ini kita akan libatkan lagi P3K dan CPNS,” tegas Simon.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sikka, Yosef Benyamin, mengatakan perhitungan final PAD akan terlihat setelah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT pada bulan Maret 2026.

“Tapi menurut saya, angkanya tidak akan berubah banyak. Turun tidak mungkin, tapi naik iya,” optimis Benyamin.

Sumber PAD 2025 berasal dari pajak yang ditarget Rp 38.156.895.345 direalisasikan Rp 36.262.899.096 atau 95,4 persen. Tahun 2024 target Rp 38 miliar teralisasi Rp 28.361.634.831.

Baca juga:Hutang Belum Lunas, Pintu Rumah Disegel Balok, Yanes Mekeng Lapor Polres Sikka

Kemudian retribusi daerah 2025 ditarget Rp 71.782.725.307 terealisasi Rp 82.763.183.981 atau 115,30 persen. Sementara hasil pengelolaan kekayaan daerah ditarget Rp 2.635.916.846 terealisssi 100 persen dari target tahun 2024 sebesar Rp 1.698.073.291.

Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah ditarget Rp 11.508.170.665 realisasi Rp 11.456.037.846 atau 99,54 persen.

Benyamin menjabat Kepala Bapenda pada bulan Mei 2024 dimutasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sikka mengakui meski akumulasi PAD melewati target, masih banyak organisasi pemerintahan daerah (OPD) belum maksimal.

“Target 2026 sama dengan taget tahun 2025. Tapi kontribusi dari sektor pajak yang mencakup sembilan jenis pajak naik dari Rp 35 miliar pada 2025 menjadi Rp 41,5 miliar.Terutama pajak istrik, pajak makan dan minuman, hiburan dan BPHTB yang termasuk dalam PPB (P2).  Option PKB dan option BBNKB,” kata Benyamin.

Baca juga:Pemilik Rumah Makan Demo ke DPRD, Wabup Sikka: Konsumen Sudah Bayar

Namun pengawasan untuk mencegah kebocoran akan dimaksimal lagi. Pegunaan fasilitas digital akan diterapkan, selain mencegah kebocoran juga memudahkan pekerjaan. *

Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin. (dewadet.com/eginius moa).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan