Dokter Spesialis Anestesi dan Obgyn Beri Pelayanan di RSUD Maumere
MAUMERE,dewadet.com-Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. TC.Hillers Maumere, dr. Clara Francis menanggapi simpang siur informasi ketiadaan dokter spesialis anestesi dan spesialis obgyn yang sempat lowong beberapa hari di rumah sakit milik Pemkab Sikka.
Ia mengatakan sekitar satu minggu yang lalu dokter spesialis anestesi yang bertugas di RSUD Maumere mengikuti KONAS. Kegiatan ini wajib diikuti oleh semua dokter spesialis.
Hampir bersamaan waktu, kata Clara Francis, dokter spesialis obgyn di RSUD Maumere juga tidak ada. Ia menjalani masa cuti sekaligus menjenguk mertuanya. Namun di RS St. Gabriel Kewapante masih tersedia dokter obgyn.
Dokter anestesi yang ada saat itu hanya ada di RSUD Larantuka, tidak wajib mengikuti KONAS, karena statusnya residen.
Baca juga:Ketua Dewan Pengawas BLUD RSUD: Syukur Insentif Jasa Covid-19 Terbayar, Direktur Tak Terima Sesen
„Dokter yang berstatus residen tidak wajib ikut (KONAS), saat itu ada RSUD Larantuka. Kami koordinasi ke sana (Larantuka),“ kata Clara Francis kepada wartawan di ruang kerja Wakil Bupati Sikka, Selasa pagi 28 Oktober 2025.
Ia mengatakan setelah KONAS, dokter anestesi sudah kembali ke Maumere, tiba tanggal 20 Oktober 2025. Sedangkan dokter spesialis obgyn beberapa hari setelahnya. Saat ini kedua dokter ini ada di RSUD Maumere. Dokter anestesi yang ditugaskan dari Kementerian Kesehatan RI sejak bulan Juli 2025 akan mengakhiri tugasnya pada bulan Juli 2026.
„Kadangkala, kalau tidak ada dokter di RSUD Maumere, kami selalu berkoordinasi dan komunkasi dengan RS Kewapante dan RS. St.Elisabeth Lela. Selama ini tidak ada masalah,“ ujar Clara Francis.
Ia mengatakan,sebulan sebelum keberangkatan dokter anestesi mengikuti KONAS, manajemen sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pihak.
Baca juga:Polemik Jasa Covid-19 Berakhir, RSUD Bayar Hak Nakes Rp 8 Miliar
„Kami bersurat ke RSUD WZ Yohannes Kupang, tapi semua spesilias anestesi juga mengikuti Konas. Sedangkan dokter anestesi (residen) yang tersedia pun harus mem-backup kebutuhan di Kota Kupang,“ katanya.
Bahkan juga, kata Clara Francis, Bupati dan Wakil Bupati Sikka berkoordinasi dengan Faktulas Kedokteran Udayana untuk mendatangkan ahli anestesi dan obgyn untuk membantu.
„Pak Wakil, Bupati bertemu dengan pihak Fakultas Kedokteran Univerisitas Gajah Mada, bahkan sudah sampai pada PKS. Mereka segera mengutus spesilasi anestesi. Tapi itu tadi, ada tidak dokter anestesi yang sudah siap dikirim. Di center-center yang kita butuhkan apakah pada saat kita butuhkan dokternya ada? UGM sudah dari awal tahun. Tapi itu tadi, tidak setiap saat tersedia di sana,“ kata Clara Francis.
„Tidak mudah memang mendapatkan dokter spesialis. Dokter umumnya saja kadang sulit. Tapi upaya tetap dilakukan, kami lakukan ke beberapa center. Kita cari di Maksaar. Namun saat ini belum ada yang lulus,sehingga belum bisa dikirim,“ kata Clara Francis.
Baca juga:Waspada Pasien Rujukan Emergensi! Seminggu RSUD MaumereTanpa Dokter Anesthesi dan Kandungan
Butuh Nyaman
Ditegaskan informasi negatif tentang pelayanan RSUD Maumere yang beredar di media sosial dan maupun berita media turut berpengaruh kepada kenyamanan dokter yang bertugas di Maumere. Sekalipun mereka telah bekerja sesuai prosedur dan profesional, bisa saja mereka disalahkan.
„Kami datang ingin bekerja, ingin nyaman. Kami sudah lakukan sesuai prosedur, tapi seolah-olah kesalahan ditimpan kepada kami. Pasti tidak nyaman, bukan hanya berlaku untuk dokter berasal dari luar, tapi kita juga akan merasakan dampak yang sama,“ tegas Clara Francis.
Ia mengatakan manajemen RSUD Maumere punya wadah bagi masyarakat untuk bertanya, Bahkan setiap hari Rabu malam di radio, mereka tampil memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat.
„Terutama media sosial. Jangan di-framing. Kami semua disalahkan. Kita ini buruk semua. Ini berdampak kenyamanan. Orang dari luar akan rasa tidak nyaman,“ kata Clara Francis.
Baca juga:Sumber Daya Manusia dan Fasilitas Penunjang RSUD Maumere Terbaik di Flores
Masyarakat dimbau harus bisa menolong, sehingga setiap dokter yang bertugas di Sikka merasa betah kerja di sini. Namun, apapun upaya rumah sakit , kalau masyarakat masih menilai seperti ini akan sulit.
„Kita mau baik mari kita baik sama. Cobalah beropini yang positif juga, Kami juga masih ada kekurangaan tapi tidak semua jelek. Berilah saran membangun,“ pinta Clara Francis.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, mengatakan dokter anestesi dan obgyn dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada segera bertugas di Maumere.
„Koordinasi termasuk insentif sudah disepakati. Semua yang menjadi kewajiban kita, kita siapkan. Mereka mungkin datang hanya visitasi untuk lihat keadaan,“ kata Simon. *




