Delapan Orang Meninggal Disapu Banjir Mauponggo, Termasuk Tiga Bayi, Empat Orang Belum Ditemukan
MBAY, dewadet.com-Delapan orang korban meninggal dunia termasuk tiga orang diantaranya bayi berusia enam bulan sampai 14 bulan dalam musibah banjir bandang menerjang Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi NTT, Senin 8 September 2025.
Sementara dua dari tiga orang bayi meninggal tersebut belum ditemukan keberadaanya dari empat korban pada hari kedua pencarian oleh tim SAR gabungan, Rabu 10 September 2025.
“Hari ini (Rabu) telah dilaksanakan pencarian tapi hasilnya nihil. Pencarian dilaksanakan hingga sejauh 2,13 Km ke muara di Desa Sawu,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman.
Pencarian hari kedua mendapatkan penambahan tujuh personil dari Rescuer Kantor SAR Maumere.
Baca juga:Jalan Mauponggo-Boawae Putus, Wabup Nagekeo: Berat Akses ke Wilayah Terdampak Banjir
“Kita berharap bahwa seluruh korban dapat ditemukan oleh Tim SAR gabungan,” harap Fathur.
Korban hilang dan meninggal dunia menurut menurut BPBD Kabupaten Nagekeo sebanyak delapan orang. Empat korban semuanya warga Desa Sawu dalam pencarian yakni Mariano Tom Busa Jago (29), Achiles Agustinus Busa Jago (13 bulan), Sebastiana So’o (42), dan Desiderius Geraldi (14 bulan).
Korban meninggal adalah Elgius Sopi Bela (35), Fancelina Meli Boa (60), Maria Kondriani F. Nua (6 bulan), semuanya berasal dari Desa Sawu, sedangkan Agustinus Lena warga Desa Lokalaba, meninggal akibat shok.
Laporan lain yang diterima dari lokasi kejadian menyebutkan tim gabungan menyusuri kali yang telah kering dari banjir harus berhati-hati melewati batuan yang licin. Hambatan lainnya lokasi kejadian merupakan wilayah tidak bisa diakses komunikasi telephon seluler.
Baca juga: Sembilan Orang Ditelan Banjir Mauponggo Kabupaten Nagekeo
Hujan lebat pada hari Minggu sampai Senin, 7-8 September melanda tiga wilayah kecamatan di pesisir selatan Kabupaten Nagekeo yakni Kecamatan Mauponggo, Keo dan Kecamatan Nangaroro. Semua wilayah pesisir selatan terdampak banjir yang bersumber dari mata air yang berhulu di kaki Gunung Ebulobo.
“Dampak banjirnya hampir sama pada tiga kecamatan. Hanya saja Kecamatan Mauponggo lebih viral karena banyak korban meninggal,” kata Patris Meo, warga Nagekeo, Rabu siang.
Di Pantai Onge, Kelurahan Nangaroro, Kecamatan Nangaroro, kata Patris, tujuh unit perahu tenggalam dan rusak akibat banjir yang muncul bersamaan dengan air pasang.
Sedangkan di Kecamatan Maupunggo, dampak paling besar di Desa Sawu. Selain korban meninggal dunia dibawa banjir, banjir juga merusak banyak rumah penduduk yang berjarak dekat dengan bantaran kali.
“Akses ke lokasi bencana menjadi sulit karena Jembatan Teodhae I dan Teodhae II putus total dibawah banjir memmbentuk lebar alur sekitar 20-an meter. Banyak rumah warga dekat bantaran kali rusak atau dibawa banjir,” kata Patris. *





