Bupati Sikka Ingatkan Makna Wini Ronan, Pesan Hidup Hemat Selalu Ada Persediaan di Hari Selanjutnya

Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Simon Subandi, bersama Forkompimda dalam pembukaan Festival Jelajah Maumere, Rabu 17 September 2025 di Lapangan Kota Baru, Maumere. (dewadet.com)

MAUMERE, dewadet.com-Festival Jelajah Maumere (FJM) 2025 memasuki hari ketiga, Jumat malam 19 September 2025 mengusung tema Wini Ronan (g) atau Lumbu Pangan memberikan makna hidup hemat, sehingga selalu ada ketersediaan pangan untuk kehidupan di hari-hari selanjutnya.

“Tema Wini Ronan(g) menjadi spirit untuk merawat warisan leluhur dan membangun peradaban lokal,” kata Bupati Sikka,Juventus Prima Yoris Kago, membuka FJM)2025, Rabu malam 17 September 2025 di Lapangan Kota Baru Maumere.

FMJ berlangsung 17-20 September menjadi arena promosi pariwisata dan merawat kebudayaan melibatkan lima suku di Kabupaten Sikka.

Juventus Prima Yoris Kago yang diakronim dengan sapaan JPYK menekankan bahwa penyelenggaraan FJM dapat memperkuat kembali identitas budaya masyarakat dan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Baca juga:Wisatawan Prancis Terpikat Tarian Daerah dan Tenun Ikat di Festival Jelajah Maumere

“Ini (festival) kesempatan bagi kita merawat keindahan budaya dan keindahan alam yang yang dimiliki Nian Tana Sikka, sekaligus memperkenalkan kepada dunia bahwa alam dan kebudayaan yang kita miliki luar biasa sebagai warisan leluhur dan karunia Tuhan,” pesan  JPYK.

Ia menaruh harpan kepada masyarakat Sikka, khususnya generasi muda agar tidak hanya menjadi seremonial saja, tetapi memetik maknanya.

Festival ini juga menunjukan bahwa pemerintah Kabupaten Sikka menaruh perhatian kepada pelestarian budaya dan promosi pariwisata,  diharapkan berdampak terhadap pengembangan perekonomian.

Ke depan, kata JPYK, pemerintah akan fokus menyelenggarakan berbagai  promosi pariwisata dan kebudayaan. Karena itu, semua stakeholder dari pelaku kebudayaan, pariwisata, dan seniman dilibatkan untuk bersama dalam satu tekad dan komitmen, sehingga budaya dapat menjadi branding khusus Kabupaten Sikka.

Baca juga:Siap-Siap!Festival Jelajah Maumere Usung Tema Wini Ronan, Lumbung Benih

“Kedepanya, event ini menjadi kalender tetap Kementerian Pariwisata atau KEN ( Krisna Event Nusantara)  yang fokus mengangkat keunikan budaya Sikka kepada dunia,” katanya. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan