Bunuh Diri Beruntun, Wakil Bupati Sikka: PR Bersama Cari Solusi
MAUMERE, dewadet.com-Dua kasus kematian bunuh diri berlangsung dalam sepekan lalu menghentak pemerintah Kabupaten Sikka. Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi mengatakan kasus bunuh diri menjadi pekerjaan rumah bersama semua elemen masyarakat menemukan soluasi mengatasinya.
“Penyebabnya tentu banyak aspek. Depresi, tekanan ekonomi, masalah di dalam rumah tangga, dan banyak lagi. Butuh perhatian dan penanganan oleh pemerintah dan semua elemen warga. Edukasi kepada warga dan terlebih kepada mereka yang sedang depresi dan mengalami masalah,” kata Simon, Minggu malam 19 April 2026.
Simon mengatakan fenomena bunuh diri yang sering terjadi kemungkinan jalinan komunikasi yang putus. Mereka yang sedang dilanda masalah mengambil jalan sendiri karena tidak menemukan solusi masalahnya mengakhiri hidupnya.
Padahal pilihan cara itu fatal, bukan menyelesakan soal tetapi menciptakan soal yang baru dan beban yang baru lagi.
Baca juga:Bunuh Diri Pertama Tahun 2026 di Kabupaten Sikka Diawali Murid Sekolah Dasar
“Perlu perhatian serius.Dinas Sosial. Dinas Kesehatan dan semua OPD terkait perlu mendiskusikan,” kata Simon.
Ia menyebut salah satu upaya yang dilakukan oleh pengelola Puskesmas Nanga di Kecamatan Lela. Mereka menyediakan semacam fasilitas layanan konsultasi kepada warga masyarakat yang sedang mengalami masalah.
“Saya kurang hafal benar nama layanan, tapi ini salah satu upaya baik yang bisa ditiru di semua wilayah ini,” kata Simon.
Enam Hari Dua Kasus Gantung Diri
Baca juga:Balita Histeris di dalam Rumah Lihat Ayah Gantung Diri di Dapur
Dua kasus gantung terjadi dalam tempo enam hari. Hari Minggu sore, 12 April 2026, YA (34), oknum guru SMPN Nuba Arat di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka ditemukan gantung diri di dalam rumahnya di Desa Watuliwung.
Kematian YA menghadirkan banyak ucapan belasungkawa dan simpati di media sosial.Para sahabat membagikan beberapa pose foto prewedding YA dan tunangannya yang dilaksanakan di beberapa lokasi. Padahal, keduanya direncanakan menikah pada bulan Juni 2026.
Sebelum pulang ke Maumere pada Minggu siang itu, saat masih di Kupang, YA telah menelpon kakak kandung, AHS (42) dan kakak ipar AD (43), minta dijemput di Bandara Frans Seda, Minggu 12 April 2026.
Hari Sabtu 18 April 2026 sekitar pukul 13.00 Wita, AB (39) warga Dusun Jedawair, Geliting, Kecamatan Kewapante meninggal dunia diduga gantung diri.
Baca juga:Guru di Sikka Turun Pesawat dari Kupang, Pulang ke Rumah Gantung Diri
Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, Sabtu sore mengatakan korban ditemukan pertama kali oleh Maria Aptianti Nona Len (19). Siang tadi, Nona Len baru saja pulang dari sekolah. Setibanya di depan rumah korban, Nona Len mendengar suara anak korban berusia tiga tahun menangis di dalam rumah.
Mendengar suara tangisan, Nona Len memanggil dari luar rumah, namun tidak ada jawaban. Ia berusaha membuka pintu rumah, namun seluruh pintu rumah terkunci dari dalam.
“Nona Len akhirnya memanjat jendela belakang dapur rumah korban. Betapa terkejutnya melihat korban sudah tergantung dengan menggunakan tali di dapur rumah itu,” kata Leonardus.
Ia berteriak memanggil keluarga dan para tetangga sekitar. Silverster Dadu (38) datang dan mendobrak pintu belakang dapur. Ia menyuruh Donatus Yon Mona (58) melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kewapante.*
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa




