Penerbangan Wings Air Maumere-Kupang Terdampak Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki

Bandara Frans Seda Maumere ditutup operasionalnya Rabu pagi 18 Juni 2025. (dewadet.com/eginius moa)

LARANTUKA,dewadet.com-Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki berlangsung sejak hari Jumat malam 19 Septemnber 2025 dan masih berlangsung sampai Sabtu pagi, 20 September 2025 berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandar Udara (Bandara) Frans Seda di Maumere, Pulau Flores.

Abu letusan gunung di Kabupaten Flores Timur itu menyebakan penutupan operasonal Bandara Frans Seda. Penerbangan Wings Air dari Maumere ke Kupang pagi ini pukul 07.00 Wita dibatalkan.

“Hari ini 20 September 2025, operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara, penerbangan yang terdampak Wings Air, Maumere-Kupang,” tulis Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan,dikirim kepada wartawan Sabtu pagi.

Sementara laporan Pos Pengamat Gunung Api Lewotobi Laki-Laki menyatakan pada periode pengamatan tanggal 19 September 2025 pukul 18.00-24.00 Wita terjadi 11 kali letusan membentuk ketinggian kolom abu yang bervariasi dari 800-6.000 meter.

Baca  juga:Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara, Wings Air Batal Terbang ke Kupang

Endapan lava kearah barat-barat laut sejauh sekitar 3.800 meter dari pusat erupsi. Endapan lava kearah timur laut sejauh sekitar 4.340 meter dari pusat erupsi.

Pada Sabtu pagi ini aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terus berlangsung. Pengamatan pukul 00-16 Wita teramati kolom abu letusan setinggi 3.000 meter di atas puncak atau setinggi 4.584 meter di atas permukaan laut.

Berlanjut pukul 01.00 Wita terjadi erupsi membentuk ketinggian kolom abu sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.

Kemudian pukul 06.28 Wita terjadi erupsi dengan ketinggian kolom abu  sekitar 2.000 meter. Pukul 07.16 Wita terbentuk kolom abu setinggi 1.000 meter di atas permukaan laut. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan