Bupati Sikka Apresiasi Respon Menteri PU Bantu Penanganan Dampak Gempa

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Gubernur NTT, Melki Laka Lena mendampingi Menteri PU, Doddy Hanggodo, dalam Rakor di Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kantor BPBD Kabupaten Sikka, Minggu, 23 Agustus 2026. (dok.pemkab sikka).

MAUMERE, dewadet.com-Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo atas respons cepat pemerintah pusat membantu penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT).

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sikka dalam rapat koordinasi (Rakor) dengan Menteri PU bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktur Perumahan, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPK), Direktur Jalan dan Jembatan, Kepala Balai Jalan dan Jembatan, serta paraa pejabat Kementerian PU, Minggu 23 Agustus 2023 di Posko  Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kantor BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Perumnas Maumere, Minggu, 23 Agustus 2026.

Rakor dihadiri Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefenus Sumandi, S.Fil., anggota Forkopimda Kabupaten Sikka, para pejabat kementerian, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka.

Juventus menyampaikan bahwa kehadiran langsung Menteri PU bersama merupakan wujud nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat  menanggapi kondisi masyarakat Kabupaten Sikka pascagempa.

Baca juga:Wakil Bupati Sikka Bawa Usulan Pipanisasi Napun Gete Bertemu Menteri Bappenas

“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri PU bersama seluruh jajaran yang telah merespons dengan cepat kebutuhan Kabupaten Sikka pascagempa. Kehadiran langsung di lapangan sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Juventus.

Juventus menyampaikan berbagai kebutuhan penanganan pascabencana, mulai dari kerusakan gedung pemerintahan, fasilitas publik, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

Inpres Jalan Daerah

Menteri PU merespons usulan tersebut dan memastikan penanganan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kementerian PU akan dilakukan melalui skema dan program pemerintah yang tersedia.

Baca juga:Trauma Gempa 1992 Membekas di Warga Nangahale, Terima Kasih Kunjungan Bunda Literasi NTT dan Kabupaten Sikka

Dijelaskan Menteri PU, penanganan infrastruktur jalan daerah yang mengalami kerusakan, sejumlah pekerjaan akan diarahkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) yang pelaksanaannya ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.

Sementara ruas jalan yang baru diusulkan Pemerintah Kabupaten Sikka sebagai dampak langsung kerusakan akibat gempa bumi tektonik akan diupayakan untuk masuk dalam usulan Inpres tahap kedua.

“Untuk ruas-ruas jalan yang sudah masuk dalam program akan ditindaklanjuti melalui IJD. Sedangkan ruas jalan yang baru diusulkan akibat kerusakan gempa akan diusulkan melalui Inpres tahap kedua,” jelasnya.

Selain itu masalah itu, perhatian juga diberikan terhadap kondisi lintas utara Flores, khususnya ruas Mbay–Maumere, yang mengalami kerusakan akibat abrasi.

Baca juga:Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo sampai Larantuka Pulih Pasca Gempa

Menteri PU mengarahkan agar kerusakan tersebut segera didata dan dilakukan assessment. Proses pendataan dan assessment dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT didukung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka.

“Untuk lintas utara Mbay–Maumere yang mengalami kerusakan akibat abrasi, akan dilakukan pendataan dan assessment oleh Balai Jalan dan Jembatan bersama Dinas PUPR Kabupaten Sikka,” kata Juventus.

Air Bersih di Palue

Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Palue juga menjadi salah satu perhatian penting dalam rapat tersebut.

Baca juga:Kritis Dua Korban Gempa di Palue, Jalan Tertimbun Longsor

Pemerintah akan menjajaki kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penerapan metode desalinasi dan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat Palue.

Menurut Juventus, kebutuhan air bersih merupakan salah satu persoalan strategis yang harus segera mendapatkan solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air baku.

“Untuk air minum di Palue, akan dilakukan kerja sama dengan BRIN terkait metode desalinasi dan teknologi RO. Ini menjadi salah satu solusi yang sedang kita dorong agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani,” ujarnya.

Juventus juga menambahkan, selain sejumlah persoalan tersebut, berbagai usulan lain yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendapat perhatian Kementerian PU dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Baca juga:Mobil Pikap Terjebak Gempa di Jalan Poros Kecamatan Palue Belum Dievakuasi

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus diperkuat sehingga proses assessment, perencanaan hingga pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali infrastruktur terdampak gempa dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita berharap seluruh proses ini dapat berjalan cepat. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan infrastruktur yang rusak segera dipulihkan sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Juventus. *

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan