Bunda Asti dan Bunda Fista Bikin Tertawa Anak-Anak Pengungsi
MAUMERE, dewadet.com-Keakraban dan keceriaan seketika memenuhi tenda pengungsi gempa di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Minggu 23 Agustus 2026.
Pasca Gempa Flores bermagnitudo 7,7 hari Sabtu, 25 Agustus 2026, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, dan Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago menemui pengungsi di tenda.
Kehadiran mereka disambut antusias oleh anak-anak dan para warga pengungsi. Keadaan yang semula tenang berubah menjadi lebih hangat ketika Bunda Asti, sapaan Astiningsih dan Bunda Fista mengajak anak-anak bercanda dan bermain.
Berbincang dan memberikan semangat kepada anak-anak agar tetap ceria, tidak larut dalam rasa takut dan trauma akibat bencana.
Ny. Asti mengatakan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam situasi bencana. Selain terpenuhinya makanan, tempat tinggal dan kesehatan, psikologis anak-anak juga harus menjadi perhatian bersama.
“Anak-anak harus tetap mendapatkan ruang untuk bermain, belajar dan bergembira. Kita ingin mereka merasa aman dan tahu bahwa banyak orang yang hadir, peduli dan memberikan perhatian kepada mereka,” ujar Bunda Asti.
Kegiatan sederhana, bercanda, bermain dan berdialog dengan anak-anak menjadi bagian dari upaya membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka setelah mengalami situasi yang menegangkan akibat gempa bumi.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sikka, dan TP PKK, para relawan serta seluruh pihak yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa, termasuk memberikan pendampingan kepada anak-anak di lokasi pengungsian.
Baca juga:Berkat dan Senyum Uskup Maumere Menguatkan Pasien di Tenda RSUD Maumere
Ny. Fista Sambuari Kago, mengatakan perhatian terhadap anak-anak di posko pengungsian tidak boleh berhenti hanya pada pemenuhan kebutuhan dasar.
Anak-anak membutuhkan suasana yang nyaman, perhatian dan pendampingan agar mereka dapat melewati masa tanggap darurat dengan lebih baik.
“Anak-anak adalah bagian yang sangat penting untuk kita perhatikan. Mereka mungkin tidak selalu mampu mengungkapkan rasa takut dan kecemasan yang mereka alami. Karena itu, kita hadir untuk mendengarkan, menemani dan membuat mereka kembali tersenyum,” kata Fista. *





