Murid SDK Bhaktyarsa Maumere Sakit Perut, Menceret dan Gatal-Gatal Usai MBG
MAUMERE,dewadet.com-Sejumlah murid Kelas IV Sekolah Dasar Katolik (SDK) Bhaktyarsa Maumere di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami sakit perut, menceret dan gatal-gatal setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat siang.
Beberapa anak dilaporkan dirawat ke RSUD dr.TC Hillers Maumere karena sakit perut dan menceret. Setelah dirawat kondisi mereka pulih dan kembali ke rumah.
Salah satu orangtua murid Kelas IV SDK Bhaktyasa dalam pesan WhatsApp, Sabtu pagi 18 Oktober 2025 menulis demikian,”ada masalah MBG di SDK Baktiyarsa Maumere. Anak-anak kemarin sampai dengan tadi malam ada yang masuk rumah sakit termasuk anak saya tadi malam menceretdua kali. Badanya gatal-gatal. Lagi ramai di grup sekolah. Ramai sekali,” bunyi pesannya.
Pada Jumat siang, para murid disajikan menu nasi goreng,rumput laut, sosis dan susu. Sebagian anak enggan minum susu dibagikan dalam jatah MBG.
Baca juga:MBG di Sikka Jangkau 26,7 Ribu Penerima, Ada Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
Orang tua murid Kelas IV SDK Bhaktyarsa dihubungi kembali Sabtu pagi mengatakan pada Jumat siang anaknya mengalami perut sakit dan gatal. Sakit perut dan menceret kembali terjadi sampai Jumat malam.
“Sampai tadi pagi (Sabtu) dia masih rasa sakit perut, sehingga kami bawa periksa ke dokter. Kondisi sekarang lumayan baik,” katanya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus mengatakan tidak ada laporan dari sekolah atau orang tua murid yang disampaikan kepada dinas kesehatan.
“Kalau ada laporan, kita akan amankan makanan atau muntahan atau sisa makanan. Anak-anak yang mengalami gatal-gatal akan diperiksa,” kata Herlemus, Sabtu pagi.
Baca juga:Ulat Hidup di Nasi MBG SMKS Yohanes XXIII Maumere
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sikka, Eginius Jara, dimintai konfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu pagi tak merespon, hingga berita ditayangkan sekitar pukul 11.00 Wita.*
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Eugenius Moa




