Sekelompok Anak Berlindung di Kolong Beton sambil Berdoa Bapa Kami, Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
MAUMERE, dewadet.com-Petaka apapun salah satunya erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Provinsi NTT, Selasa 17 Juni 2025 pukul 17.35 Wita telah mendatangkan penderitaan yang hebat kepada warga terutama anak-anak dan para orangtua.
Pasca letusan ‘hujan’ kerikil dan abu menerjang pemukiman warga sampai puluhan kilometer dari pusat letusan. Untuk menghindari kerikil sekelompok anak dan balita berlindung di bawah kolong beton dapur di sebuah rumah di sekitar Boru, Kecamatan Wulanggitang.
Tak hanya mengindari siraman kerikil dan debu yang terus menerjang atap, anak-anak terus memanjatkan doa Bapa Kami untuk memohon keselamatan dari musibah yang terus berlangsung hingga berita ini ditayangkan pukul 23.00 Wita.
Sebuah video berdurasi 3 menit 20 detik memperlihatkan tiga orang anak berlindung di bawah kolong beton. Seorang anak perempuan yang lebih berumur dari dua anak yang lainya terus memanjatakan Doa Bapa Kami.
Baca juga: Puluhan Warga Terjebak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Ketika Beri Makanan Hewan
Sementara seorang perempuan dewasa yang menemani anak-anak ini melarang anak-anak yang lain keluar dari persembunyian dibawah kolong betong.
Hingga malam BPBD dan relawan PMI Kabupaten Sikka telah berada di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, perbatasan wilayah Kabupaten Sikka dan Flores Timur. Mereka hadir ke sana membagikan masker kepada warga dan melakukan assement sebelum mengambil tindak lanjut penanganan.
Diberitakan sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Provinsi NTT kembali erupsi Selasa, 17 Juni 2025 pukul 17:35 Wita membentuk kolom abu teramati sekitar 10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut.
Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki dalam keterangan Selasa malam menyebut letusan itu juga membentuk kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini sekitar 6 menit 53 detik. *
Penulis: Eginius Moa
Editor: Eginius Moa





